<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423</id><updated>2011-11-27T17:08:46.180-08:00</updated><category term='Alkisah'/><category term='Alkisah == PaRt 2'/><category term='Renungkanlah..'/><title type='text'>islamicreflection</title><subtitle type='html'>salam jihad!!!
para readers my bloq,..

mari kita sama sama membantu saudara kita semuslim yang ingin mengenal islam lebih dalam...

please,.. luangkan sedikit waktu kita untuk mereka, sesibuk apapun kalian

wassalam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-4418388670512123632</id><published>2008-03-26T07:43:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T07:45:15.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungkanlah..'/><title type='text'>SI KASLAN DAN KAKEK TUA</title><content type='html'>&lt;br/&gt;SI KASLAN DAN KAKEK TUA&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kaslan adalah seorang lelaki pemalas.&lt;br/&gt;Dia tidak suka bekerja.&lt;br/&gt;Kerjanya hanya melamun dan tidur. Dia hidup bersama istri dan anak anaknya yang masih kecil dalam kemiskinan dan kemelaratan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pada suatu hari, istinya menangis karena dia dan anak anaknya sudah terlalu menderita.&lt;br/&gt;Istrinya meminta agar kaslan bekerja apa saja untuk mendatangkan rezeki yang halal.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan menjawab,&lt;br/&gt;”jangan sedih istriku, sebentar lagi akan datang masanya kita menjadi kaya raya! Bersabarlah! Aku bermimpi menjadi kaya raya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Istrinya mencoba untuk bersabar sekali lagi. Namun, hari yang dijanjikan oleh Kaslan tidak datang juga. &lt;br/&gt;Mimpi itu tidak kunjung datang, karena sehari hari Kaslan hanya tidur dan melamun. &lt;br/&gt;Keluarga itu semakin miskin; perabot rumah habis terjual, dapur tidak mengepul, sudah beberapa hari ini tidak ada makanan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Akhirnya, kesabaran sang istri habis.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kemarahannya meledak,&lt;br/&gt;”Tak ada gunanya menunggu dan menunggu! Apa langit menurunkan hujan emas? Kau harus pergi sekarang juga untuk mencari rezeki. Tanpa bekerja, mimpimu tiak akan pernah datang. Jika kau terus saja tidur dan diam di rumah, anak anak kita sebentar lagi akan mati kelaparan!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Akhirnya, Kaslan memutuskan untuk pergi menemui orang bijak.&lt;br/&gt;Dia hendak menemui seorang tua yang tekenal ahli ibadah dan ahli hikmah. &lt;br/&gt;Dia juga akan menanyakan kepadanya, cara agar bisa lepas dari kefakiran dan bisa menjai kaya raya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan menyiapkan pebekalan seadanya untuk perjalanan jauh.&lt;br/&gt;Ia berjalan selama tiga hari.Di pinggir hutan, dia bertemu dengan serigala yang lemah dan kurus badannya.Agaknya serigala itu sedang sakit keras.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Serigala itu bertanya pada kaslan,&lt;br/&gt;”Sobat, kau mau pergi ke mana?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan menjawab,”Aku mau pergi menemui seorang syaikh ahli ibadah dan ahli hikmah untuk menanyakan cara agar bisa jadi orang kaya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Mendengar jawaban Kaslan, serigala itu berkata, ”Jika kau bertemu syaikh itu jelaskanlah padaku.&lt;br/&gt;Lalu, tanyakan kepadanya cara agar aku bisa sembuh.&lt;br/&gt;Kalau perlu, apa obatnya? Aku merasakan sakit yang tak terperikan di lambungku sejak tiga hari yang lalu.&lt;br/&gt;Aku tidak bisa tenang sedikit pun, siang dan malam.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Baiklah, aku akan menjelaskan mengenai sakitmu ini pada syaikh itu,”jawab kaslan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, Kaslan berjalan tiga hari lamanya.Di perjalanan, dia bertemu pohon apel.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pohon itu bekata pada kaslan,&lt;br/&gt;”Kau mau pergi ke mana,Sobat?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan lalu menjelaskan keinginannya berjumpa dengan syeikh ahli hikmah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Mendengar penjelasan Kaslan, pohon apel itu berkata,&lt;br/&gt;”Aku ingin kamu mau menanyakan pada syaikh yang dekat dengan Allah itu, mengenai obat dari sakitku yan aneh. Ketika musim semi,seperti pohon pohon yang lain, aku juga berbunga. Namun, bunga itu berguguran semua, sehingga aku tidak bisa berbuah sama sekali.Tolong tanyakan pada syaikh itu, apa sebabnya dan apa obatnya?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan menenangkan pohon itu.Dia berjanji akan menanyakan pada syaikh itu,cara agar bisa normal dan berbuah kembali.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kemudian,Kaslan kembali melanjutkan perjalanan.di tengah jalan, dia menemukan danau kecil yang jernih airnya.Dia mencuci muka dan memandang ke dasar danau itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Tiba tiba ada seekor ikan yang menampakkan kepalanya ke permukaan air dan berkata,&lt;br/&gt;”Hai sobat, kau mau ke mana?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan lalu menjelaskan keinginannya untuk menemui syaikh ahli hikmah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Mendengar hal itu, sang ikan berkata kepada kaslan,&lt;br/&gt;”Sobat, sudah sebulan ini aku merasakan sakit yang tiada tara dalam tenggorokanku.Tolong tanyakan pada syaikh itu, apa obat untuk penyakitku?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan tersenyum dan meyakinkan ikan itu, bahwa dia akan menanyakannya pada syaikh. Lalu, dia melanjutkan perjalanan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Setelah tiga hari berjalan, Kaslan sampai pada sebuah taman yan ditumbuhi pepohonan dan bunga bunga indah. &lt;br/&gt;Di tengah taman, ada sungai yang airnya mengalir jernih.Di samping sungai, ada gubuk papan yang antik.Di dalam gubuk itu ada seorang syeikh berjubah dan berjanggut putih,seadng khusyuk membaca alquran&lt;br/&gt;.Kaslan memberi salam kepada orang tua itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Apa yang kau inginkan Kaslan?” sapa syaikh itu setelah menjawab aslam.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Tentu saja, Kaslan terkejut bukan main.Dia belum memperkenalkan namanya, tetapi orang tua itu sudah tahu namanya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Bagaimana Syaikh bisa mengetahui namaku?” tanya Kaslan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Aku aalah orang yang kau cari, cepatlah katakan. Apa keinginanmu mencariku?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Aku datang kepadamu karena ingin menjelaskan keadaanku.Sejak lahir,aku ini fakir miskin.&lt;br/&gt;Aku menikah juga dengan perempuan yang miskin.&lt;br/&gt;Aku telah memiliki beberapa anak, namun tetap saja miskin. &lt;br/&gt;Aku ingin Syaikh menjelaskan kepadaku, cara agar aku bisa kaya.&lt;br/&gt;Atau, apakah Syaikh punya doa, agar aku jadi orang kaya? Aku ingin punya rumah mewah, makanan yang cukup, dan pakaian yang baik.&lt;br/&gt;Dengan begitu, anak dan istriku bisa hidup senang.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Baiklah, akan aku jelaskan. Namun, sebelum aku jelaskan,apakah kau punya pertanyaan lain. Atau ada hal lain yang ingin kau katakan?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”oh iya, Syaikh, hampir lupa. Dalam perjalanan aku bertemu dengan serigala yang kurus dan lemah, ia tersiksa karena sakit di dalam lambungnya. Ia menitipkan pertanyaannya padaku, apa sebab penyakitnya sekaligus obatnya,pada syaikh.&lt;br/&gt;Lalu, aku bertemu dengan pohon apel yang selalu gugur bunganya, sehinga ia tidak bisa bebuah.&lt;br/&gt;Pohon itu bepesan agar aku menanyakan sebab dan bagaimana bisa normal kembali. Terakhir, aku betemu dengan seekor ikan di danau yang mengaku sakit tengorokan selama sebulan ini.&lt;br/&gt;Ia juga menitipkan pesan kepadaku agar syaikh memberitahukan obatnya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Syaikh itu membetulkan duduknya, lalu menjelaskan,&lt;br/&gt;”Yang menyebabkan sakit pada tenggorokan ikan itu adalah sebutir intan yang tertelan olehnya dan menyangkut di dalam tenggorokannya. &lt;br/&gt;Jika intan itu bisa dikeluarkan, maka ikan itu akan sembuh. Pohon apel itu selalu gugur bunganya sebelum menjadi apel, karena seonggok emas yang terpendam di bawahnya.&lt;br/&gt;Emas itu menghalangi akar akarnya sehingga tidak bisa mencapai sari makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan bunga.&lt;br/&gt;Jika emas itu dikeluarkan, maka ia akan normal kembali.&lt;br/&gt;Ada pun serigala yan kurus kering dan sakit keras, obatnya adalah ia harus memakan lelaki yang malas dan tidak berguna bagi keluarganya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, kaslan bertanya tentang cara agar dirinya bisa kaya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Syaikh itu hnaya menjawab,&lt;br/&gt;”Impianmu akan menjadi kenyataan.Sudah,sekarang pergilah!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan berjalan dengan hati gembira hingga sampai di danau. Ia bertemu dengan ikan yang tidak sabar menunggunya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan berrkata,&lt;br/&gt;”Syaikh ahli hikmah itu mengatakan bahwa yang menyebabkan sakkit pada tengorokanmu adalah sebutir intan yang tetelan olehmu.Jika intan itu dikeluarkan maka kau akan sembuh.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, Kaslan hendak pergi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Akan tetapi, ikan itu menghiba,&lt;br/&gt;”Kaslan tolonglah kau kasihani aku, keluarkanlah intan ini dari tenggorokanku.Jika sudah kau keluarkan, kau boleh memilikinya!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Namun Kaslan menjawab,&lt;br/&gt;”Mengapa aku harus bercapek capek? Syaikh tadi mengatakan bahwa aku akan menjadi kaya! Aku tak ada waktu, selamat tinggal,Sobat!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan terus berjalan hingga dia sampai di tempat pohon apel yang suah lama menungunya.&lt;br/&gt;Pohon apel menanyakan jawaban yang disampaikan Syaikh itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan menjawab.&lt;br/&gt;”Gugurnya bungamu sebelum menjadi apel adalah karena seonggok emas yang terpendam di bawah batangmu. Emas itu menghalangi akar akarmu sehingga tidak bisa mencapai sari makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan bunga.Jika emas itu dikeluarkan maka kau akan kembali normal.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan ingin pergi, namun pohon itu bekata,&lt;br/&gt;”Kaslan, jangan pergi dulu! Tolonglah aku, galilah dan ambillah emas itu untukmu agar aku bisa normal kembali!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan hanya tersenyum dan menjawab,&lt;br/&gt;”Aku tidak mau capek! Syaikh tadi mengatakan, impianku akan menjadi kenyataan! Aku tidak ada waktu. Aku harus cepat pulang.Selamat tinggal,Sobat.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pohon itu menangis. Namun, Kaslan tetap saja pergi meneruskan pejalanan. Akhirnya, dia berjumpa dengan serigala yang kurus.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan menjelaskan dengan singkat,&lt;br/&gt;”Syaikh mengatakan,obatmu adalah memakan lelaki yang malas dan tidak berguna bagi keluarganya!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Serigala itu berpikir sejenak, lalu berkata sambil memperlihatkan taringnya,&lt;br/&gt;”Aha, aku tidak perlu mencari orang lain yang malas dan tak berguna bagi keluarganya.Orang itu telah ada di depanku.Kau datang dengan kedua kakimu untuk menjadi santapanku,kaslan.&lt;br/&gt;Ayo, cepat kemari, lelaki pemalas dan egois!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan ketakutan bukan main.Dia melompat dan langsung lari secepat kilat. Dia terus berlari sekencang kencangnya hingga akhirnya selamat dari kejaran serigala yang lemah itu.&lt;br/&gt;Kaslan kelelahan dan duduk di atas batu sambil berpikir.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Dalam hati kaslan bekata,&lt;br/&gt;”Serigala itu benar...aku emang pemalas! Aku tidak berhak untuk hidup...aku harus kembali ke hutan membantu pohon apel dan ikan malang itu!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Kaslan sampai di danau dan memanggil ikan itu. Tidak lama, ikan itu menongolkan kepalanya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Mengapa kau kembali ke sini,Kaslan ?” tanya ikan itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Aku ingin membantumu,ayo bukalah mulutmu!” kata Kaslan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Ikan itu membuka mulutnya.Kaslan mambantu mengeluarkan intan itu dengan menggunakan jarinya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Setelah intan itu berhasil dikeluarkan,sang ikan mngucapkan teimakasih dan berkata.&lt;br/&gt;”Ambillah intan itu untukmu,Kaslan.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Tidak, aku tidak akan mengambil intan itu.&lt;br/&gt;Aku tidak mau menjadi kaya tanpa usaha.Aku akan bekerja keras!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, Kaslan pergi ke tempat pohon apel.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pohon apel itu terkejut dengan kedatangan Kaslan, ”Mengapa kau kembali menemuiku,Kaslan?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Aku ingin membantumu mengeluarkan emas yang menghalangi akarmu agar kau normal kembali,”&lt;br/&gt;jawab Kaslan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Dia lalu menggali dan mengeluarkan emas itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pohon apel mengucapkan terima kasih dan berkata,&lt;br/&gt;”Ambillah seluruh emas ini untukmu,Sobat!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Tidak! Aku tak mau mengambilnya untuk diriku. Aku akan mengambilnya untuk aku bagikan semua kepada fakir miskin. Aku akan bekerja dan makan dengan hasil keringatku sendiri!”&lt;br/&gt;jawab Kaslan tegas.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pohon itu tersenyum menengar jawaban Kaslan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Akhirnya, Kaslan sampai di gubuknya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Istrinya bertanya,&lt;br/&gt;”Apakah kau sudah bertemu syaikh?Bagaimana caranya agar kita kaya?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”ya istriku, aku sudah bertemu. Aku harus giat bekerja dan tidak malas. Aku harus bemanfaat bagi keluarga dan orang sekitar. Aku akan membuka semak belukar di belakang rumah kita menjadi ladang. Aku juga akan mulai berjualan kecil kecilan di pasar!”jawab Kaslan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Seketika itu, istrinya bersujud syukur kepada Allah dan berkata dalam sujudnya,&lt;br/&gt;”Subhanallah wal hamdulillah, segala puji bagimu, ya Allah yang telah memberi hidayah pada suamiku!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, istrinya mengusulkan kepada suaminya,&lt;br/&gt;”Suamiku,sebaiknya namamu mulai sekarang diubah saja.Tidak usah memakai nama kaslan lagi,sebab Kaslan itu artinya pemalas.Bagaimana kalau diubah menjadi Juhdan saja, yang artinya kerja keras?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Ya,aku setuju. Mulai sekarang, namaku Juhdan.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Sejak itu,Juhdan yang asal mulanya bernama Kaslan,giat bekerja. Dalam waktu yang tidak lama, dia susah menjadi orang yang bekecukupan. Dia memiliki kebun yang luas dan subur. Dia juga memiliki sejumlah toko di pasar.Bukan Cuma itu, dia dicintai oleh penduduk yang ada di sekitarnya,sebab dia pemurah dan suka menolong orang yang kesusahan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;^^ Comment pliz ^^&lt;br/&gt;White.lope@yahoo.com&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-4418388670512123632?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/4418388670512123632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=4418388670512123632&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/4418388670512123632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/4418388670512123632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2008/03/si-kaslan-dan-kakek-tua.html' title='SI KASLAN DAN KAKEK TUA'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-1200247452179128037</id><published>2008-03-26T07:40:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T07:41:18.938-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungkanlah..'/><title type='text'>MANUSIA PALING PEMURAH</title><content type='html'>&lt;br/&gt;MANUSIA PALING PEMURAH&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pada permulaan Islam, tepatnya pada aman sahabat, sambil diniatkan i’tikaf, orang orang berkumpul di sekitar kabah. Mereka saling berbicara tentang kebaikan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Suatu hari,ada tiga orang yang berdebat mengenai orang manusia paling dermawan di antara kaum muslimin.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Orang pertama berkata,”Manusia paling pemurah adalah Abdullah bin ja’far.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Orang kedua berkata,”Tidak bisa, manusia paling pemurah adalah Arabah AL-Ausi”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Orang ketiga berkata,”kalian berdua keliru, manusia paling pemurah adalah Qaish bin Sa’ad.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Tiga orang itu berselisih sengit.Suara mereka meninggi.Orang pertama kembali mengatakan dengan suara tegas,&lt;br/&gt;”Abdullah bin Ja’far paling pemurah!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Orang yang kedua membantah,”Tidak bisa,Arabah AL-Ausi lebih pemurah!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Orang ketiga tidak terima,”Tak bisa disangkal, banyak orang mengatakan Qaish bin Sa’ad manusia paling pemurah!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Perdebatan mereka bertiga menarik perhatian banyak orang.Akhirnya, ratusan orang mengelilingi mereka bertiga.Orang orang itu ingin mengetahui apa yang mereka perdebatkan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Setelah tahu duduk persoalannya, mereka memberi saran,&lt;br/&gt;”Sebaiknya, kalian temui satu persatu ketiga orang yang kalian anggap pemurah itu.Ujilah mereka.Setelah itu, kembalilah ke sini.Beritahukan apa yang kalian saksikan, biar kami yang memutuskan siapa yang paling pemurah.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Saran itu disetujui oleh ketiga lelaki itu.&lt;br/&gt;     * * *&lt;br/&gt; Lelaki petama pergi ke rumah Abdullah bin Ja’far.Dia bertemu Abdullah di depan rumahnya.Saat itu,Abdullah sedang bersiap hendak menunggang untanya dan pergi ke kebunnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki petama berkata kepada Abdullah,&lt;br/&gt;”Wahai anak paman Rasulullah,aku seorang Ibnu Sabil,aku tidak mempunyai keluarga.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Seketika itu,Abdullah bin Ja’far turun dari untanya dan berkata,&lt;br/&gt;”Naiklah unta ini. Ia menjadi milikmu. Ambillah kantong dan isinya yang ada di punggung unta itu.Ambil pula pedang ini.Ini adalah pedan Ali bin Abi Thalib.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, lelaki pertama kembali ke makkah dan membuka kantong yang ada di punggung unta.Ternyata, kantung itu berisi pakaian dan uang dinar emas, yang sangat banyak, juga pedang milik Ali bin Abi Thalib.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki kedua pergi ke rumah Qais bin Sa’ad.Saat itu,Qais sedang tidur. Dia ditemui oleh pembantunya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Dengan ramahnya,sang pembantu bertanya,&lt;br/&gt;”Qais sedang tidur.Apa yang kau inginkan?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Dia menjawab,”Aku Ibnu Sabil,tidak punya keluarga.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pembantu Qais berkata,”Ambillah kantong ini.Di dalamnya ada tujuh ratus dinar.Itu adalah semua harta yang aku miliki.Biarlah, nanti aku beritahukan hal ini kepada tuan Qais.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, pembantunya itu mengajaknya ke kandang unta dan meminta agar lelaki itu untuk mengambil seekor unta yang disukainya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Setelah mengambil seekor unta,lelaki itu mengucapkan terima kasih kepada si pembantu, lalu pergi menuju Masjidil Haram.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Ketika Qais bangun, pembantunya itu mengabarkan perihal lelaki tadi kepadanya.Qais senang dengan apa yang telah dilakukan oleh pembantu itu.ia berterima kasih dan menganti uang tujuh ratus dinar yang diberikan kepada lelaki yang baru datang tadi. &lt;br/&gt; &lt;br/&gt; Lelaki kedua sampai ke kabah dengan membawa unta dan uang sejumlah tujuh ratus dinar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki ketiga pergi ke rumah Arabah. &lt;br/&gt;Dia menjumpai Arabah di depan rumah, saat Arabah hendak pergi ke masjid.&lt;br/&gt;Arabah adalah seorang yang buta.ia bergantung kepada seorang yang budak yang membantunya mengantar ke masjid.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki ketiga itu berkata,&lt;br/&gt;”Hai Arabah,Aku Ibnu Sabil, adn aku tidak punya keluarga.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Seketika, Arabah menjawab,&lt;br/&gt;”Ambillah, budakku ini,dia satu satunya harta yang aku miliki.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Setelah memberikan budaknya, Arabah berjalan dengan meraba raba pada dinding menuju masjid.&lt;br/&gt;Sementara,lelaki ketiga membawa budak yang didapatnya dari Arabah ke Kabah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Orang orang berkumpul di sekeliling tiga orang itu. Mereka menceritakan apa yang mereka alami satu persatu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Bagaimanakah akhirnya orang orang itu memutuskan? Siapakah yang paling pemurah?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Orang orang mengatakan,&lt;br/&gt;”Tiga orang itu sangat pemurah, tetapi Arabah adalah yang paling pemurah dan paling dermawan.&lt;br/&gt;Dia memberikan semua harta yang dimilikinya. &lt;br/&gt;Padahal, dia sangat memerlukannya,yaitu budak yang menuntun jalannya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;^^ Comment pliz ^^&lt;br/&gt;White.lope@yahoo.com&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-1200247452179128037?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/1200247452179128037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=1200247452179128037&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/1200247452179128037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/1200247452179128037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2008/03/manusia-paling-pemurah.html' title='MANUSIA PALING PEMURAH'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-2249244246587640356</id><published>2008-03-25T00:12:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T00:17:15.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah == PaRt 2'/><title type='text'>PEMUDA PENAKLUK SYAHWAT</title><content type='html'>&lt;br/&gt;&lt;div align="center"&gt;PEMUDA PENAKLUK SYAHWAT&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dikota Madinah, ada seorang pemuda yang selalu shalat berjamaah bersama Umar bin Khatab ra. Jika anak muda itu tidak datang ke masjid, Umar pasti menanyakannya. Anak muda itu santun dan tampan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Setiap pergi ke masjid, anak muda itu harus melewati beberapa rumah penduduk.Di antaranya ada rumah yang dihuni oleh seorang gadis cantik. Gadis itu sering melihat pemuda yang setiap hari pulang dan pergi ke masjid. Pemuda itu sama sekali tidak tahu kalau ada seorang gadis cantik yang selalu memerhatikan, bahkan diam diam mencintainya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Karena tidak mampu lagi membendung rasa cintanya, gadis itu menceritakan perasaannya kepada kaum wanita yang ada di rumahnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Seorang wanita tua berkata,”Aku akan membuat tipu daya agar kau mendapatkannya.” &lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, wanita tua itu duduk di pinggir jalan.Ketika pemuda itu lewat untuk shalat jamaah seperti biasanya, wanita itu memanggilnya.&lt;br/&gt;  Ia berkata kepadanya, ”Nak, aku ini perempuan tua.Aku memiliki kambing di dalam rumah.Aku ingin minum susu, tetapi aku tidak kuat lagi memeras susunya.Apakah kau bisa menolongku?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pemuda itu mengiyakan.Dia pun masuk ke dalam rumah untuk memeras susu.Sampai di dalam rumah, ia tidak menemukan kambing.Dia menemukan seorang gadis cantik setengah telanjang yang serta merta ingin memeluknya. Pemuda itu menghindar. Gadis itu terus merayu dan mengajaknya melakukan perbuatan maksiat yang dilarang Allah Swt. Pemuda itu tetap tidak mau.Gadis itu berteriak minta tolong. Ketika orang orang berdatangan memenuhi teriakan gadis itu. Gadis itu bilang kalau pemuda itu mengajaknya berbuat tidak senonoh dan hendak memperkosanya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Seketika, orang orang memukulinya beramai ramai, lalu mengikat pemua itu.Mereka menyeretnya untuk menghadap Umar bin Khatab.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Begitu sampai di hadapan Umar, Umar pun kaget melihat wajah pemuda itu, dalam hati berdoa,”Ya Allah, jangan kau buat prasangka baikku kepada pemuda ini salah!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Orang orang menceritakan masalahnya, sebagaimana dikatakan gadis itu. Umar lalu menoleh pada pemuda yang sudah babak belur itu.Pemuda itu menceritakan apa yang dialaminya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Umar bertanya,”Apakah kau bisa mengenali wanita tua yang minta tolong kepadamu itu?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pemuda itu menjawab,”Ya, aku bisa mengenalinya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, Umar mengumpulkan seluruh wanita kota Madinah .Wanita yang dikehendaki tidak ada di antara mereka. Tak lama setelah itu ada wanita tua lewat.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pemuda itu spontan berkata, ”Itu dia wanita yang memperdayaiku!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Umar memberi perintah agar wanita itu menghadap. Begitu ada di hadapannya, umar melepaskan jubah luarnya dan menyelimutkannya pada tubuh wanita.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, Umar berkata,”Ayo katakanlah dengan jujur padaku, apa yang sebenanya yang terjadi. Apa yang kau lakukan pada anak muda ini?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Wanita tua itu akhirnya menceitakan hal yang sesungguhnya, dia tidak berani bebohong. Apa yang dikatakan wanita itu persis sepeti yang diceritakan pemuda itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Seketika itu, Umar berkata,”Segala puji bagi Allah yang menjadikan orang yang mirip dengan Nabi Yusuf di tengah tengah kita.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-2249244246587640356?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/2249244246587640356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=2249244246587640356&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/2249244246587640356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/2249244246587640356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2008/03/pemuda-penakluk-syahwat.html' title='PEMUDA PENAKLUK SYAHWAT'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-4245828550570957216</id><published>2008-03-25T00:05:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T00:06:14.848-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah == PaRt 2'/><title type='text'>DI MANA ALLAH?</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;DI MANA ALLAH?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Padang pasir membentang luas. Matahari bersinar menyala seolah hendak membakar ubun ubun kepala. Di sebuah jalan yang membelah padang pasir, tampak seseorang berjubah putih sedang berjalan kelelahan.Orang itu tak lain adalah Abdullah bin Umar  ra, salah seoang sahabat Nabi Muhammad saw, yang terkenal kealiman (tinggi ilmu) dan kezuhudannya (sederhana).Dia sedang bejalan keluar dari Madinah menuju Makkah untuk beribadah di Baitullah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Berkali kali Abullah bin Umar ra menghentikan langkahnya sesaat, untuk meminum seteguk air pebekalannya. Namun sayang, kantong airnya telah keing kerontang. Dia benar benar kehausan.ia melihat ke sekelilingnya, siapa tahu ada orang Badui atau pengembala yang bisa memberinya seteguk air penawar dahaga. Namun, sejauh mata memandang, yang dia temukan hanyalah warna kecoklatan samudera pasir.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Dia tetap bersabar dan terus berjalan, sampai akhirnya matanya menangkap beberapa titik titik hitam dan putih di kejauhan sana; di balik bukit pasir. Hatinya merasa lega, berkali kali dia mengucapkan syukur alhamdulillah. Dia yakin, titik hitam dan putih itu adalah manusia. Abullah terus melangkahkan kaki untuk mendekati titik hitam dan putih itu. Ketika sudah dekat, perkiraannya tidak meleset. Titik titik hitam dan putih itu adalah seoang pengembala dan kambing kambingnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Ketika Abdullah bin Umar ra sudah berada tak jauh dari pengembala itu, tiba tiba terlintas dalam benaknya untuk menguji pengembala itu. Dia ingin tahu, apakah ajaran islam telah sampai ke tengah padang pasir yang terpencil jauh itu? Dia juga ingin tahu, apakah pengembala itu telah menerima ajaran suci yang dibawa Nabi Muhammad saw?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Setelah mengucapkan salam, Abullah bin Umar berkata kepada pengembala yang masih bocah itu,”Hai bocah, aku ingin membeli seekor kambing yang kau gembalakan ini. Bekalku sudah habis.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Maaf Tuan, aku hanyalah seorang budak yang bertugas mengembalakan kambing kambing ini. Aku tidak bisa menjualnya. Ia bukan milikku tapi milik majikanku. Aku tidak diberi wewenang untuk menjualnya,” jawab pengembala kambing itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Ah, itu masalah yang mudah. Begini, kau jual seekor saja kambing gembalaanmu padaku. Kambing yang kau jaga ini sangat banyak, tentu sangat sulit bagi pemiliknya untuk menghitung jumlahnya.Atau, kalau pun dia tahu ada seekor kambingnya tidak ada, bilang saja telah dimangsa serigala padang pasir.Mudah sekali, bukan?Kau pun bisa membawa uangnya,”Bujuk Abdullah bin Umar ra dengan wajah yang tampak serius.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Lalu, di mana Allah? Pemilik kambing ini memang tidak akan tahu dan bisa dibohongi, tetapi ada Dzat yang Mahatahu, yang pasti melihat dan mengetahui apa yang kita lakukan. Apa kau kira Allah tidak ada?” jawab pengembala itu mantap.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Sungguh, jawaban itu membuat Abdullah bin Umar tersentak kaget.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Aku tidak diberi kuasa oleh pemilik kambing ini untuk menjualnya. Aku hanya diperbolehkan mengembalakannya dan meminum air susunya ketika aku membutuhkannya dan memberi minum para musafir yang kehausan,” sambung pengembala itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Dia berkata begitu sambil berjongkok, memerah susu seekor kambing ke dalam sebuah mangkuk. Begitu penuh berisi susu, ia memberikannya pada Abdullah bin Umar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Minumlah Tuan, kulihat anda kehausan.Jika masih kurang, bisa tambah. Jangan kuatir, susu ini halal. Allah tahu itu halal sebab pemiliknya menyuruh aku untuk membei minum musafir yang membutuhkan,” kata pengembala itu dengan tutur kata yang halus dan ramah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Abdullah bin Umar menerima mangkuk berisi susu itu dengan hati terharu. Dia minum sampai rasa hausnya hilang. Setelah itu, ia mohon diri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Di jalan, dia tidak bisa menyembunyikan tangisnya, teringat kata kata pengembala itu,”Di mana Allah Apakah kau kira Allah tidak ada?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Abdullah bin Umar menangis mengingat bahwa seorang pengembala ternyata memiliki rasa takwa yang begitu dalam. Dia memiliki kejujuran yang tinggi. Hatinya menyinarkan keimanan. Akhlaknya sungguh mulia. Ajaran Rasulullah saw terpatri dalam jiwanya. Abdullah bin Umar terus melangkahkan kaki sambil bercucuran air mata.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, Abdullah bin Umar mencari kampung terdekat dan menanyakan, siapakah tuan dari sang pengembala kambing itu?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Begitu berjumpa, Abdullah bin Umar langsung membeli budak itu dan langsung memerdekakannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Seorang manusia yang jujur dan memiliki rasa ketakwaan kepada Allah yang begitu tinggi tidaklah sepatutnya menjadi hamba sahaya manusia. Dia hanya pantas menjadi hamba Allah swt.&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-4245828550570957216?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/4245828550570957216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=4245828550570957216&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/4245828550570957216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/4245828550570957216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2008/03/di-mana-allah.html' title='DI MANA ALLAH?'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-7163284772205814592</id><published>2008-03-24T00:21:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T00:26:42.353-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>MALAIKAT DAN TIGA LELAKI CACAT</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;blockquote&gt;MALAIKAT DAN TIGA LELAKI CACAT&lt;/blockquote&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div align="center"&gt; Ada tiga lelaki bertemu. Semuanya cacat. Lelaki pertama, terkena penyakit belang; kulitnya dipenuhi bercak bercak putih. Lelaki kedua, botak; kepalanya tidak ditumbuhi sehelai rambut pun. Sedangkan lelaki ketiga, buta; kedua matanya tidak bisa melihat apa apa.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki yang terkena penyakit belang, berdoa kepada Allah,”Ya Allah, ya Tuhanku, sembuhkanlah aku dari penyakit belang yang menutupi kulitku dan membuat buruk rupa serta bentukku ini.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki botak tidak mau kalah.Dia menengadahkan tangannya ke langit dan berdoa,”ya Allah, Ya Tuhanku, sembuhkanlah diriku dari penyakit botak ini. Tumbuhkanlah rambut di atas kepalaku sebagaimana manusia pada umunya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Tak ketinggalan, lelaki buta juga berdoa,”Ya Allah, ya Tuhanku, sembuhkanlah diriku dari kebutaan dan jadikanlah mataku bisa melihat sebagaimana manusia lainnya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pada waktu doa itu dipanjatkan, ada malaikat turun dari langit. Malaikat itu menjelma dalam bentuk seorang lelaki yang berwajah tampan bercahaya. Dia diutus oleh Allah Swt untuk menguji ketiga lelaki tadi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, sang malaikat mendekati ketiga lelaki.ia menanyai mereka satu persatu, ihwal apa yang mereka minta, serta harta apa yang paling mereka sukai.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki berkulit belang berkata,”Aku minta tubuhku berbentuk indah dan berkulit bersih mulus.Harta yang aku sukai adalah unta.”&lt;br/&gt; Lelaki botak berkata,”Kalau aku, minta rambut lebat dan hitam, yang membuat indah kepalaku.sedangkan harta yang paling kuinginkan adalah sapi.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki buta menyahut,”Adapun aku, aku berharap Allah berkenan menyembuhkan mataku dan mengembalikan penglihatanku.Harta yang aku suka adalah kambing.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Setelah mendengar itu semua, malaikat mengusap kulit si belang dengan tangannya.Seketika itu juga, kulitnya berubah menjadi indah seperti yang diminta nya.Lelaki itu pun mendapatkan seekor unta yang sedang hamil tua.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, malaikat mengusap kepala lelaki botak itu. Tiba tiba, rambut yang hitam lebat telah menghiasi kepala yang tadinya botak.Lantas, malaikat itu memberinya seekor sapi yang seang hamil tua.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Terakhir, sang malaikat mengusap mata lelaki buta. Mata itu sembuh dan bisa melihat seketika.Lalu, malaikat itu juga memberinya kambing yang sedang hamil tua.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;* * *&lt;br/&gt;Waktu terus bergulir.Hari hari telah berlalu, dan tahun telah berganti tahun. Ketiga lelaki itu hidup dalam kemakmuran dan kecukupan. Mereka semua menjadi orang kaya yang terpandang dan dihormati orang. Lelaki pertama memiliki ratusan unta. Lelaki kedua, sapinya telah beranak pinak tak terhitung jumlahnya.Sementara itu, lelaki ketiga memiliki kandang kambing yang banyak jumlahnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Allah ingin menguji ketiga lelaki itu. Ia mengirim kembali malaikat yang dulu penah dikirim untuk menyembuhkan mereka.Kali ini, malaikat itu menjelma sebagai lelaki miskin, pakaiannya kumuh dan compang camping.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Mula mula, malaikat itu pergi menemui lelaki pertama dan bekata,”Aku minta padamu, dengan nama Allah yan memberimu tubuh indah dan harta melimpah, aku minta engkau berkenan memberiku bekal untuk melanjutkan perjalanan.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki pertama menjawab,”Ini hartaku.Aku warisi dari kakekku.Aku banyak urusan.Pergilah, tak ada bagian untuk pengemis kumuh dan pemalas sepertimu!”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Malaikat itu pun pergi meninggalkan lelaki pertama dan beranjak menuju lelaki kedua dan berkata,”Aku minta padamu, dengan nama Allah yang memberimu rambut indah dan harta melimpah, sudilah kiranya kau membantu yang miskin ini dengan sedikit kenikmatan yang ada paamu?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki kedua menjawab,b&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Malaikat itu pun pergi meninggalkannya untuk menemui lelaki ketiga.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Setelah bertemu, dia berkata,” Aku minta padamu dengan nama Allah, Tuhan yang mengembalikan penglihatanmu, berilah aku seekor kambing saja dari yang kau punya, agar aku bisa minum susunya dalam pejalanan.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lelaki ketiga menjawab,”Ya, aku dulu memang buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Sebagai rasa syukurku, ambillah berapa kambing yang kau suka dan sisakan sebagian. Demi Allah aku tidak akan menghalangimu untuk menikmati rezeki yang telah dikaruniakan Allah kepadaku.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Malaikat itu berkata,”Hartamu akan tetap menjadi milikmu. Allah Swt telah menguji kalian betiga.Allah memberikan ridha Nya padamu,karena kamu mau mensyukuri nikmat dan mau menyedekahkan sebagian rezeki yang diberikan Allah padamu. Namun, Allah murka pada dua temanmu yang meningkari nikmatNya dan tidak mau bersedekah.Kini, mereka berdua kembali seperti sedia kala, yang satu kulitnya kembali belang dan hartanya lenyap, dan yang satunya lagi kembali botak dan miskin, tidak memiliki apa apa.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;”...Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat ku), maka sesungguhnya azabku sangat pedih.” (QS  ibrahim [14]:7)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-7163284772205814592?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/7163284772205814592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=7163284772205814592&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/7163284772205814592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/7163284772205814592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2008/03/malaikat-dan-tiga-lelaki-cacat.html' title='MALAIKAT DAN TIGA LELAKI CACAT'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-4074909934576216692</id><published>2008-03-23T04:19:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T04:23:54.534-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>JUJUR ITU SURGA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;JUJUR ITU SURGA  &lt;br/&gt; Di pinggir kota Makkah, pada zaman ulama salafush shalih dahulu, ada seorang lelaki miskin yang hidup dengan keluarganya.Lelaki itu bernama Amin. Meskipun miskin, Amin adalah orang yang jujur dan baik hati.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Suatu hari, dia mencari makanan di dapur. Perutnya terasa sanat lapar. Dia mengganjal perutnya. Akan tetapi, sungguh malang, dia tidak mendapatkan apa apa.&lt;br/&gt; Bahkan, roti kering dan garam pun tidak ada. Amin bergegas membuka pintu hendak keluar rumah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; “Suamiku, apakah kau akan meninggalkan kami dalam kelaparan tanpa makanan?” tanya istrinya sambil menggendong anaknya yang sedang sakit panas.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; “aku akan pergi ke kabah untuk thawaf dan shalat di sana. Aku akan berdoa agar Allah membuka pintu pintu rezeki kita,” jawab Amin lembut. &lt;br/&gt; Amin melangkahkan kaki pergi ke kabah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Sesampainya di sana, dia thawaf tujuh putaran. Lalu, dia shalat dua rakaat di depan Maqam Ibrahim.Setelah itu, Amin berdoa dan menangis di Multazam, yang terletak antara Hajar Aswa dan pintu Kabah. Dalam doanya, ia meminta kepada Allah agar  diberi kemudahan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.&lt;br/&gt;* * *&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hari itu, Masjidil haram penuh oleh jamaah haji.&lt;br/&gt; Begitu selesai thawaf, shalat dan berdoa,Amin melangkahkan kaki menuju sumur zam zam untuk minum.Dia minum  sekenyang kenyangnya,sebagaiman diajarkan oleh Baginda nabi.&lt;br/&gt;Air zam zam lah yang selama itu setia  mengisi perutnya  yg lapar.Lalu, dia melangkah, beniat hendak  keluar masjid dan pulang.&lt;br/&gt; Baru beberapa langkah, kakinya menyenggol sesuatu. Amin berhenti dan melihat apa yang diinjaknya. Tenyata, sebuah kantong  itu. Setelah dibuka, kantong itu tenyata beisi uang dinar emas yang tidak sedikit jumlahnya.Lalu, Amin membawa uang itu ke rumahnya dengan hati berbunga bunga.&lt;br/&gt; Begitu sampai di rumah, ia berkata pada istrinya dengan wajah gembira,&lt;br/&gt;” lihat istriku, apa yang aku peoleh hari ini? Lihatlah, aku membawa kantong penuh berisi uang dinar emas!”&lt;br/&gt; ”Dari mana kau dapatkan kantong berisi uang sebanyak itu? Istrinya langsung menyahut.&lt;br/&gt; ”Aku menemukannya di dalam masjidil Haram,” jawab Amin.&lt;br/&gt; ”Kalau begitu, cepat kau letakkan kembali kantong itu di tempatnya semula. Itu bukan uang milik kita.Itu harta orang lain.Orang yg kehilangan hartanya itu, saat ini pasti sedang sedih.Kantong yang kau temukan itu adalah amanah. Ayolah, cepatlah kau kembalikan kantong itu pada tempatnya.Kita harus jujur dan amanah.Lebih baik aku dan anak anakku mati kelaparan daripaa makan rezeki yang tiak halal!” ucap istrinya tegas.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Amin terkejut mendengar pekataan istrinya itu. Dia terhenyak sesaat. Namun, perlahan dia tersadar dan merasakan bahwa apa yang iucapkan istrinya itu benar. Kantong itu bukan miliknya.Itu milik orang lain.&lt;br/&gt;Dia tidak berhak memilikinya.&lt;br/&gt; ”Benar! Ini adalah Amanah. Aku harus mengembalikkannya kepaa pemiliknya,” kata nuraninya.&lt;br/&gt; Amin pun lantas teringat namanya. Ah, namanya saja Amin. Amin berarti orang kaya yang dapat dipercaya;orarng yang bisa menjaga amanah.Dia harus benar benar seorang Amin seperti akhlak Baginda Nabi.Seketiku itu juga dia langsung melangkah menuju masjidil Haram.&lt;br/&gt;* * *&lt;br/&gt;  Begitu sampai di dalam masjid, Amin mendengar seorang jamaah haji memakai pakaian ihram , beteriak keras,”Wahai hamba Allah sekalian, wahai jamaah haji, wahai para tetamu Allah,apakah di antar kalian ada yang menemukan kantong hijau milikku?”&lt;br/&gt; Amin mendekat, lalu bertanya pada orang yang berteriak itu, ”Apakah kau tahu apa isi kantong itu, Tuan Haji?”&lt;br/&gt; ”Ya aku tahu, di dala kantong hijau itu beisi uang seratus lima puluh dinar,” jawab lelaki itu.&lt;br/&gt; Mendengar jawaban itu, Amin yakin bahwa pak haji inilah pemilik kantong itu.&lt;br/&gt; Dia mengeluarkan kantong itu dari balik bajunya dan memberikannya pada lelaki itu seraya berkata,”kau benar,ambillah kantong ini! Inilah barang yang kau cari cari itu.” &lt;br/&gt; Pak haji menerima kantong itu dengan wajah cerah. Dia  lalu menghitung isinya.Tenyata, isinya masih utuh, tidak berkurang astu keping pun.&lt;br/&gt; Setelah itu, pak haji mengajak Amin duduk i tempat yang agak sepi an berkata,”Sauaraku, kantong ini sekarang menjadi milikmu, masih ada satu kantong lagi berisi seribu dinar untukmu.”&lt;br/&gt; Amin terkejut mendengar perkataan lelaki itu.&lt;br/&gt; Dengan nada bingung dia betanya,”Bagaimana ini? Aku memberikan kantongmu,lalu kau malah bilang itu jadi milikku? Bahkan, kau menambahkan satu kantong lagi beisi seribu dinar?Aku sama sekali tiak paham maksudmu,Tuan haji.”&lt;br/&gt; Pak haji menjawab,”Harta ini diberikan kepadaku oleh seorang lelaki beriman dari mesir. Dia mewasiatkan kepadaku, agar meletkkan sebagiannya i dalam Masjidil Haram.Jika aa seseorang yang menemukannya dan dengan jujur dia mengembalikan kepaaku, aku disuruh memberikan seluuh harta ini kepaanya.”&lt;br/&gt; Amin takjub menengar perkataan lelaki tua itu.&lt;br/&gt; Lalu dia bertanya,”Tetapi, mengapa lelaki beriman dari Mesir itu memintamu untuk melakukan hal tadi?”&lt;br/&gt; Pak haji menjawab,”Dia menginginkan sedekahnya sampai ke tangan orang yang jujur dan amanah. Kamu telah mengembalikan kantong itu dengan penuh amanah. Siapa pun yang bisa menjaga amanah, berarti dia bisa dipercaya.Orang seperti itu, selain makan, ia juga akan bersedekah dengan apa yang ada padanya.Oang seperti itu tidak akan mementingkan dirinya sendiri.Dengan demikian seekah lelaki beiman dari Mesir itu akan diterima Allah Swt.&lt;br/&gt; Akhirnya, pak haji itu benar benar memberikan dua kantong uang kepaa lelaki miskin bernama Amin itu. Dengan hati penuh rasa syukur kepada Allah,Amin pulang sambil membawa seribu seratus dina emas. Dia menyerahkan uang itu kepaa istrinya tercinta sambil menjelaskan jalan ceritanya.&lt;br/&gt; ”Nah, sekarang, uang ini halal bagi kita. Ayo, kita membeli makanan dan pakaian anak anak kita.Jangan lupa,sedekahkan sebagian uang itu kepada orang orang yang memerlukannya,? Kata istrinya lembut.&lt;br/&gt; ”Akan segera aku lakukan, Istriku,” jawab Amin.&lt;br/&gt; Dia lalu begegas ke luar  rumah.Di halaman rumahnya, dia besujud syukur.Keningnya langsung menyentuh tanah.&lt;br/&gt; Dalam sujufnya, dia membaca tasbih dan berdoa,”Alhamdulillah, segala puji bagimu yaAllah, yang telah memberikan seorang istri shalihah kepaaku. Segala puji baiMu ya Allah, yang telah mengalirkan rezeki seemikian banyak kepadaku. Segala puji bagiMu ya Allah,atas segala nikmat yang engkau karuniakan kepadaku.”&lt;br/&gt; Setelah itu,Amin pergi ke pasar dan membagi bagikan sedekah kepada fakir miskin.Dia semakin sadar bahwa dengan meninggalkan rezeki haram,Allah menggantinya dengan reeki yang halal,dan jauh lebih banyak.Amin semakin yakin akan ajaran Rasulullah bahwa kejujuran aalah pintu menuju surga; surga di dunia dan di akhirat.&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-4074909934576216692?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/4074909934576216692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=4074909934576216692&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/4074909934576216692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/4074909934576216692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2008/03/jujur-itu-surga.html' title='JUJUR ITU SURGA'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-4060301228568764313</id><published>2008-03-22T17:54:00.000-07:00</published><updated>2008-03-22T17:59:42.858-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>Tiga Lelaki Berjiwa Malaikat</title><content type='html'>&lt;br/&gt;&lt;div align="center"&gt; TIGA LELAKI BERJIWA MALAIKAT &lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Malam hari raya Idul fitri telah tiba.Kota Damaskus terang benderang oleh cahaya lampu beraneka warna. Takbir bergemuruh terdengar membahana.&lt;br/&gt; Alam sebuah rumah yang sedehana, seorang  wanita berjilbab putih berkata kepada suaminya,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;”Abu Abdillah suamiku, besok hari raya. Anak kita tidak memiliki pakaian baru seperti  anak anak tetangga lainnya. Ini semua disebabkan tindakan borosmu!”&lt;br/&gt; ”Aku tidak boros, aku hanya menginfakkan hartaku dalam kebaikan dan demi membantu orang2 miskin yang membutuhkan.Ini bukan suatu pemborosan, Ummu Abdillah,” jawab sang suami.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Baiklah, kumohon sekarang, tulislah surat dan kirim kepada salah seorang sahabatmu yang baik hati an ikhlas, agar meeka menyisihkan sebagian hartanya kepada kita. Jika keadaan kita membaik, InsyaAllah akan kita ganti.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Abu Abdillah emiliki dua teman karib yang berhati ikhlas.Mereka bernama Hamdi dan Usmah. Mendengar permintaan istrinya itu, dia segera meunlis surat.Lalu, dia membeikan surat itu kepada pembantunya agar membawanya ke tempat sahabatnya,Hamdi.Kemuian, pembantunya itu pergi ke tempat hamdi dan menyerahkan surat yang ditulis oleh tuannya.&lt;br/&gt; Hamdi membaanya dengan seksama.Dia segera tahu bahwa sahabatnya yang pemurah sedang dadlam kesempitan dan kesusahan karena tidak memiliki apa apa.&lt;br/&gt; Hamdi berkata kepada utusan Abu Abillah,&lt;br/&gt;”Aku tahu tuanmu telah menginfakkan semua hartanya alam kebaikan.Ambillah kantong ini dan katakan kepada tuanmu, hanya inilah harta yang aku miliki paa malam hari raya ini.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pembantu Abu Abdillah bergegas kembali kepada tuannya dan menyerahkan kantong pemberian Hamdi itu.Abu abdillah membuka kantong itu.Ternyata, isinya uang seratus dinar.&lt;br/&gt; Dia berkata kepada istrinya dengan penuh gembira,&lt;br/&gt;”Ummu Abdillah, lihat ini,Allah telah mengantarkan seratus dinar kepada kita.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Sang istri pun gembira dan berkata pada suaminya,&lt;br/&gt;”cepatlah pergi ke pasar untuk membelikan pakaian dan sandal baru untuk anak anak kita. Juga jangan lupa membeli angin dan makanan.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Pada saat Abu Abdillah bersiap siap hendak pergi ke pasar, terengar seseoang mengetuk pintu.Abu abdillah membuka pintu. Ternyata, yang atang adalah pembantu usamah, sahabatnya.Pembantu Usamah itu datang dengan membawa surat minta pertolongan kepaa Abu Abillah agar dia berkenan meminjami uang untuk membayar hutang yang telah jatuh tempo. Tanpa berpikir panjang,Abu Abdillah langsung menyerahkan kantong beisi uang seratus dinar yang ada di tangannya, kepada pembantu usamah. Dia menyerahkan semuanya, tanpa mengambil satu dinar pun.&lt;br/&gt; ”Katakan pada Usamah, tuanmu. Segera lunasi hutangnya malam ini juga",&lt;br/&gt; pesan Abu Abdillah paad pembantu itu.&lt;br/&gt; Mengetahui hal itu, terang saja Ummu Abddillah marah kepaa Abu abdillah yang lebih mementingkan sahabatnya daripaa anak anaknya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Kau ini tega melihat anak kita bersedih dan kelaparan. Kalau pun kau mau membantu Usamah, menapa tiadk setengah dari uang itu saja?Mengapa kau berikan semuanya?” ucap ummu Abdillah sewot.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Sang suami menjawab,&lt;br/&gt;”Temanku meminta petolongan bagaimana mungkin aku tiak memberinya? Aku juga tidak tahu apakah uang di kantong itu cukup untuk melunasi hutangnya, atau tidak?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Ummu Abdillah terdiam dan beristighfar untuk meredam kejengkelannya kepada sang suaminya yang terlalu baik kepada orang lain itu.&lt;br/&gt;     * * *&lt;br/&gt;Beberapa jam kemmudian, teengar orang mengetuk pintu.Abu Abdillah membuka pintu.Dia kaget bukan kepalang.Ternyata, yang atang adalah sahabatnya, Hamdi.Seta merta dia memeluk dan menyambut denan hangat, lalu mempersilakannya masuk.&lt;br/&gt; Setelah uduk, Hamdi berkata,&lt;br/&gt;”Aku datang untuk  bertanya kepadamu tentang kantong ini.Apakah ini kantong yang aku  kirim kepadamu dan di dalamnya ada seratus dinar?”&lt;br/&gt; Abu Abdillah mengamati kantong itu penuh seksama.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Dengan nada kaget, dia berkata,&lt;br/&gt;”ya..ya..benar.. ini adalah kantong itu.ceitaknlah kepadaku, Hamdi, bagaimana kanton ini bisa kembali lagi kepadamu?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Hamdi lalu berceita,&lt;br/&gt;”Ketika pembantumu datang kepadaku membawa suratmu.Aku berikan kantong itu, dan itu adalah satu satunya harta yan aku punya.Karena aku tidak punya tidak punya apa apa lagi, maka aku langsung minta bantuan Usamah.Betapa terkejutnya aku ketika Usamah memberikan kantong berisi seatus dirham, yang tidak lain adalah kantong yang aku kirimkan kepadamu tanpa kurang astu dinar pun.Aku takjub, untuk lebih yakin, aku betanya padamu, benarkah ini kantong yang aku kirimkan kepadamu? Untuk itu, aku datang ke sini untuk menguak rahasia ini.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Abu Abdillah tetawa dan berkata,&lt;br/&gt;”Usamah lebih mengutamakan kamu dari pada dirinya, dan memberikan kanton itu, sebagaimana kamu lebih mengutamakan diriku daripada dirimu sendiri,Hamdi.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Dan kamu lebih mengutamakan Usamah atas diimu dan keluargamu.Apa pendapatmu,Abu Abdillah,jika kita bagi uang ini bertiga?”&lt;br/&gt; kata Hamdi sambil tersenyum.&lt;br/&gt; Abu Abdillah menjawab,”Barakallahu fika, semoga Allah memberkahimu,Hamdi.”&lt;br/&gt; Akhirnya,uang seratus dinar itu dibagi tiga.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;* * *&lt;br/&gt;Kiash keluhuran budi tiga lelaki ini, didengar oleh khalifah.Subhanallah,sang khalifah pun sangat tersentuh ketika mendengarnya.Ternyata, masih aa di antar umat Nabi Muhammad saw yang berjiwa mulia, laksana malaikat.Khalifah langsung memberi perintah kepada benadhara negara untuk memberi haiah kepada tiga lelaki berjiwa malaikat itu, masing masing sebesar sepuluh ribu dinar.&lt;br/&gt; Begitu meneima uang dari Khalifah,Abu Abdillah langsung sujud syukur lalu menemui isstrinya dengan muka berseri seri,”Ummi Abillah, sekarang lihatlah, apa pendapatmu,apakah Allah menelantarkan kita?”&lt;br/&gt; Sang istri menjawab dengan mata berkaca kaca,”tiak suamiku.emi Allah,Dia Maha Pemuah,Dia tidak mungkin menelantarkan kita.Bahkan,Dialah yang melimpahkan rezekiNya kepada kita, dengan tiada putusnya.”&lt;br/&gt; ”sekarang kau tahu,istriku..bahwa menginfakkan harta di jalan Allah adalah bisnis yang pasti keuntungannya dan tidak akan rugi selamanya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-4060301228568764313?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/4060301228568764313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=4060301228568764313&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/4060301228568764313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/4060301228568764313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2008/03/tiga-lelaki-berjiwa-malaikat.html' title='Tiga Lelaki Berjiwa Malaikat'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-5597541283701105979</id><published>2008-03-22T17:50:00.000-07:00</published><updated>2008-03-22T17:52:41.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>KETIKA CINTA BERBUAH SURGA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;KETIKA CINTA BERBUAH SURGA &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Di Tanah KURDISTAN, ada seorang raja yg adil dan shalih.Dia memiliki putra, seorang anak laki laki yg tampan, cerdas,dan pemberani.&lt;br/&gt;Saat saat paling menyenangkan bagi sang raja adalah, ketika ia mengajari anaknya itu membaca al quran.Sang raja juga menceritakan kepadanya kisah kisah kepahlawanan para panglima dan tentaranya di medan pertempuran.Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel jika ditengah tengah ayahnya bercerita, tiba tiba ada orang yang memutuskannya.&lt;br/&gt; Terkadang, ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya, tiba tiba pengawal masuk dan memberitahukan bahwa ada tamu penting yg harus ditemui oleh raja. Sang raja tahu apa yang dirasakan anaknya.&lt;br/&gt; Maka, dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said, Anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka.Seorang teman baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. &lt;br/&gt;Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga.” &lt;br/&gt; Said tersentak mendengar perkataan ayahnya.&lt;br/&gt; ”Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?” tanyanya dengan nada penasaran.&lt;br/&gt; ”Dia adalah teman sejati yang benar benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati.Dia mencintaimu karena Allah.Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan: karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan.Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Bagaimana cara mencari teman seperti itu, Ayah?” tanya Said.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Sang raja menjawab, ”kamu harus menguji orang yang hendak kau jadikan teman.Ada sebuah cara menarik untuk menguji mereka.Undanglah siapa pun yang kau anggap cocok, untuk menjadi temanmu saat makan pagi di sini, di rumah kita. Jika sudah sampai di sini, ulurlah dan perlamalah waktu penyajian makanan. &lt;br/&gt;Biarkan mereka semakin lapar.Lihatlah apa yang kemudian mereka perbuat! Itu cara yang paling mudah bagimu.Syukur, jika kau bisa mengetahui perilakunya lebih dari itu.”&lt;br/&gt; Said sangat gembira mendengar nasihat ayahnya. Dia pun mempraktekkan cara mencari teman sejati yang cukup aneh itu.Mula mula, dia mengundang anak anak para pembesar kerajaan satu persatu. Sebagian besar dari mereka marah marah karena hidangannya tidak keluar keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa pamit dengan hati kesal, ada yang memukul mukul meja, ada yang melontarkan kata kata tidak terpuji: memaki maki karena terlalu lama menunggu hidangan.&lt;br/&gt; Di antara teman anak raja itu, ada seorang yang bernama Adil. Ia anak seorang menteri. Said melihat, sepertinya adil anak yang baik hati dan setia. Maka, dia ingin mengujinya. Diundanglah Adil untuk makan pagi. Adil memang lebih sabar dibandingkan anak anak sebelumnya. Dia menunggu keluarnya hidangan dengan setia. Setelah dirasa cukup, Said mengeluarkan sebuah piring berisi tiga telur rebus.&lt;br/&gt; Melihat itu, Adil berkata keras, ”Hanya ini sarapan kita? Ini tidak cukup mengisi perutku!”&lt;br/&gt; Adil tidak mau menyentuh telur itu. Dia pergi begitu saja meninggalkan said sendirian.Said diam.  Dia tidak perlu meminta maaf kepada Adil karena meremehkan makanan yang telah dia rebus dengan kedua tangannya. Ia mengerti bahwa Adil tidak lapang dada dan tidak cocok untuk menjadi teman sejatinya. &lt;br/&gt; Hari berikutnya, ia mengundang seorang anak saudagar terkaya. Tentu saja, anak saudagar itu sangat senang mendapat undangan makan pagi dari anak raja. Malam harinya, sengaja dia tidak  makan dan melaparkan perutnya agar paginya bisa makan sebanyak mungkin. Dia membayangkan, makanan anak raja pasti enak dan lezat.&lt;br/&gt; Pagi pagi sekali, anak saudagar kaya itu telah datang menemui Said. Seperti anak anak sebelumnya, dia harus menunggu waktu yang lama sampai makanan keluar. Akhinya, Said membawa piring dengan tiga telur rebus di atasnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Ini makanannya, saya ke dalam dulu mengambil air minum."&lt;br/&gt; kata said seraya meletakkan piring itu di atas meja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu, Said masuk ke dalam. Tanpa menunggu lagi, anak saudagar ini langsung melahap satu persatu telur itu. Tidak lama kemudian, Said keluar membawa dua gelas air putih. Dia melihat ke meja ternyata tiga telur itu telah lenyap. Dia kaget.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Mana telurnya?” tanya Said pada anak saudagar.&lt;br/&gt; ”telah aku makan.”&lt;br/&gt; ”Semuanya?”&lt;br/&gt; ”Ya, habis aku lapar sekali.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Melihat hal itu Said langsung tahu bahwa anak saudagar itu tidak bisa dijadikan teman setia. Ia tidak setia. Tidak bisa merasakan suka  dan duka bersama. Sesungguhnya, Said juga belum makan apa-apa.&lt;br/&gt; Said merasa jengkel kepada anak anak sekitar istana. Mereka semua mementingkan diri sendiri. Tidak setia kawan. Mereka tidak pantas dijadikan teman sejatinya. Akhirnya, ia meminta izin kepada ayahnya untuk pergi mencari teman sejati.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;* * *&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Akhirnya Said berfikir untuk mencari teman di luar istana.Kemudian, mulailah Said berpetualang melewati hutan, ladang, sawah, dan kampung kampung untuk mencari seorang teman yang baik.&lt;br/&gt; Sampai akhirnya, di suatu hari yang cerah, dia bertemu dengan anak seorang pencari kayu yang berpakaian sederhana. Anak itu sedang memanggul kayu bakar. Said mengikutinya diam diam sampai anak itu tiba di gubuknya. Rumah dan pakaian anak itu menunjukkan bahwa dia sangat miskin. Namun, wajah dan sinar matanya memancarkan tanda kecedasan dan kebaikan hati. Anak itu mengambil air wudhu, lalu shalat dua rakaat. Said memerhatikannya dari balik rumpun pepohonan. &lt;br/&gt;  Selesai shalat, Said datang dan menyapa, ”Kawan, kenalkan namaku Said. Kalau boleh tahu, namamu siapa? Kau tadi shalat apa?”&lt;br/&gt; ”Namaku Abdullah. Tadi itu shalat dhuha.”&lt;br/&gt; Lalu, Said meminta anak itu agar bersedia bermain dengannya dan menjadi temannya.&lt;br/&gt; Namun, Abdullah menjawab, ”Kukira kita tidak cocok menjadi teman. Kau anak seorang kaya, malah mungkin anak bangsawan. Sedangkan aku, anak miskin. Anak seorang pencari kayu bakar.” &lt;br/&gt; Said menyahut, ”Tidak baik kau mengatakan begitu. Mengapa kau membeda bedakan orang? Kita semua adalah hamba Allah. Semuanya sama, hanya takwa yang membuat orang mulia di sisi Allah. Apa aku kelihatan sepeti anak yang jahat sehingga kau tidak mau berteman denganku? Mengapa tidak kita coba beberapa waktu dulu? Kau nanti bisa menilai, apakah aku cocok atau tidak menjadi temanmu.”&lt;br/&gt; ”Baiklah kalau begitu, kita beteman. Akan tetapi, dengan syarat, hak dan kewajiban kita sama, sebagai teman yang seia-sekata.”&lt;br/&gt; Said menyepakati syarat yang diajukan oleh anak pencari kayu itu. Sejak hari itu, mereka bermain bersama: pergi ke hutan bersama,memancing besama, dan berburu kelinci bersama. Anak tukang kayu itu mengajarinya berenang di sungai, menggunakan panah, dan memanjat pohon di hutan. Said sangat gembira sekali berteman dengan anak yang cerdas, rendah hati, lapang dada, dan setia. Akhirnya, dia kembali ke istana dengan hati gembia.&lt;br/&gt; Hari berikutnya, anak raja itu bejumpa lagi dengan teman barunya. Anak pencari kayu itu langsung mengajaknya makan di gubuknya. Dalam hati, Said merasa kalah, sebab sebelum dia mengundang makan, dia telah diundang makan.&lt;br/&gt;  Said menyepakati syarat yang diajukan oleh anak pencari kayu itu. Sejak hari itu, mereka bermain bersama: pergi ke hutan bersama,memancing besama, dadn berburu kelinci besama. Anak tukang kayu itu mengajarinya berenang di sungai, mengunakan panah, dan memanjat pohon di hutan. Said sangat gembia sekali berteman dengan anak yang cerdas, rendah hati, lapang dada, an setia. Akhirnya, dia kembali ke istana dengan hati gembira.&lt;br/&gt;  Pagi harinya, anak pencari kayu itu sampai juga ke istana. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Said adalah anak raja. Mulanya dia ragu untuk masuk ke istana. Akan tetapi, jika mengingat kebaikan dan kerendahan hati Said selama ini, dia berani masuk juga.&lt;br/&gt; Said menyambutnya dengan hangat dan senyum gembira. Seperti anak anak sebelumnya, yang telah hadir di ruang makan itu, Sai pun menguji temannya ini. Dia membiarkannya menunggu lama sekali. Namun, anak pencari kayu bakar itu sudah tebiasa lapar. Bahkan, dia pernah tidak makan selama tiga hari. Atau terkadang makan adun daun mentah saja. Selama menunggu, dia tidak memikirkan makanan sama sekali. Dia hanya berfikir, seanainya semua anak bangsawan bisa sebaik anak raja ini, tentu dunia akan tentram.&lt;br/&gt; Selama ini, ia mendengar bahwa anak anak pembesar kerajaan, senang hura hura. Namun, dia menemukan seorang anak raja yang santun dan shalih.&lt;br/&gt; Akhirnya, tiga butir telur masak pun dihidangkan. Said mempersilahkan temannya untuk memulai makan. Anak pencari kayu bakar itu mengambil satu. Lalu, dia mengupas kulitnya pelan pelan. Sementara itu, Said mengupas dengan cepat dan menyantapnya. Kemudian dengan sengaja Said mengambil telur yang ketiga. Dia mengupasnya dengan cepat, dan melahapnya. Temannya selesai mengupas telur. Said ingin melihat apa yang akan dilakukan temannya dengan sebutir telur itu, apakah akan dimakannya sendiri atau...?&lt;br/&gt; Anak miskin itu mengambil pisau yang ada di dekat situ. Lalu, dia membelah telur itu jadi dua: yang satu dia pegang, dan yang satunya lagi, dia berikan kepada said. Tidak ayal lagi, Said menangis terharu.&lt;br/&gt; Lalu, Said pun memeluk anak pencari kayu bakar itu erat erat seraya berkata, ”Engkau teman sejatiku! Engkau teman sejatiku! Engkau temanku masuk surga.”&lt;br/&gt; Sejak itu, keduanya berteman dan bersahabat dengan sangat akrab. Persahabatan mereka melebihi saudara kandung. Mereka saling mencintai an saling menghormati karena Allah Swt.&lt;br/&gt; Kaena kekuatan cinta itu, mereka bahkan sempat bertahun bertahun mengembara bersama untuk belajar an berguru kepada para ulama yang teseba di Turki, Syiria, Iak, Mesir, dan Yaman.&lt;br/&gt; Setelah berganti bulan dan tahun, akhirnya keduanya tumbuh dewasa. Raja yang adil; ayah Said, meninggal dunia. Akhirnya, Said diangkat menjadi raja untuk menggantikan ayahnya. Menteri yang petama kali dia pilih adalah Abdullah, anak pencari kayu itu. Abdullah pun benar benar menjadi teman seperjuangan dan penasihat raja yang tiada duanya.&lt;br/&gt; Meskipun telah menjadi raja dan menteri, keduanya masih sering melakukan shalat tahajud dan membaca al-quan bersama. Kecerdasan dan kematangan jiwa keduanya mampu membawa kerajaan itu maju, makmur, dan jaya; &lt;br/&gt;&lt;i&gt;baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br/&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-5597541283701105979?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/5597541283701105979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=5597541283701105979&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/5597541283701105979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/5597541283701105979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2008/03/ketika-cinta-berbuah-surga.html' title='KETIKA CINTA BERBUAH SURGA'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-2259027698424608791</id><published>2008-03-22T17:40:00.000-07:00</published><updated>2008-03-22T17:45:02.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>KAYU AJAIB</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt; KAYU AJAIB &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pada Zaman Bani Israel, ada seorang lelaki shalih yang hendak berdagang. Akan tetapi, dia tidak mempunyai modal. Akhirnya lelaki itu meminjam uang kepada seorang saudagar yang dikenal pemurah. Dia meminta pinjaman sebesar seribu dinar.&lt;br/&gt; Karena jumlahnya sangat banyak, saudaga yang dipinjami uang itu berkata, “kau akan kupinjami uang, tetapi carilah orang yang akan menjadi penjaminmu. Jika kau tidak bias membayar, orang itu yang akan membayarnya!”&lt;br/&gt; Lelaki shalih itu menjawab,&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;cukuplah Allah sebagai penjaminku.Allah Mahakaya dan Mahakuasa!&lt;br/&gt; Saudaga itu lalu menukas,”kalau begitu, cailah saksi. Agar jika terjai apa apa dia bisa menjai saksi yang adil.”&lt;br/&gt; Lelaki shalih itu menjawab. &lt;blockquote&gt;”&lt;/blockquote&gt;cukuplah Allah sebagai saksiku. DiaMahamelihat dan Maha mengetahui.”&lt;br/&gt; ”kau benar.”&lt;br/&gt; Lalu, Saudagar itu meminjamkan uang seribu dinar setelah membuat kesepakatan bahwa dalam waktu tiga bulan kemudian uang itu harus suah dikembalikan, karena uang itu akan digunakan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;***&lt;br/&gt;Lalu lelaki shalih itu membelanjakan uang seribu dinarr untuk membeli baang barang dagangan. Dia hendak berdagang ke negri sebrang dengan menggunakan kapal. Setelah belayar behari hari, kapal itu sampai di negri sebrang dengan selamat. Di sana, dia mulai bedagang di sebuah pasar, dekat demaga. Dalam waktu satu bulan, dagangannya telah habis. Dia mendapatkan keuntungan besa, yaitu tiga kali lipat dari modalnya.&lt;br/&gt; Setelah berkemas, dia mencari kapal ke dermaga. Namun, dia tiak menemukan kapal yang berlayar ke negrinya. Kemudian, dia teringat pada janjinya yang akan mengembalikan uang itu pada awal bulan. Waktunya tinggal empat hari. Sedangkan untuk sampai ke negrinya, dia memerlukan waktu empat hari. Dia bingung, seharusnya hari itu dia sudah mulai berlayar.&lt;br/&gt; Lalu, dia teus bejalan sepanjang pantai untuk mencari nelayan yang bisa menantarkannya pulang ke negrinya. Akan tetapi, dia tiak menemukannya. Dia menangis dan bingung. Dia tidak ingin menghianati janjinya.&lt;br/&gt; Akhirnya, dalam kesedihannya, dia melihat kayu itu dan membawanya ke penginapannya.&lt;br/&gt; Dia lalu pergi ke pasa untuk membeli alat pelubang kayu. Kayu itu dia lubangi. Setelah itu dia menulis surat,&lt;br/&gt; Saudaraku, aku tulis surat ini empat hari sebelum hari jatuh tempo pembayaran uang yang aku pinjam seperti yang telah kita sepakati dulu.Aku tidak tahu apakah surat ini sampai atau tiak.Aku sepenuhnya menyerahkan urusan ini kepaa Allah yang menjai penjaminku.&lt;br/&gt; Saat ini, sebenarnya aku ingin berlaya pulang untuk mengantakan uang ini.Namun, itu tidak bisa dilakukan kaena tidak ada kapal yang berlayar ke negri kita adanya satu bulan lagi.Ini seribu dinar aku titipkan kepada Allah untuk disampaikan kepadamu melalui kayu ini. &lt;br/&gt;                Wassalam,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;            Sahabatmu&lt;br/&gt; Lalu, dia memasukkan surat itu bersama uang seribu dirham. Surat dan uang itu dibungkusnya dengan dengan kantong yang tidak tembus air. Setelah itu, dia menggegaji kayu untuk menyupal lubang itu.Kemuian , dia memakunya kuat kuat.&lt;br/&gt; Setelah semuanya selesai, dia pegi ke pantai untuk menghanyutkan kayu itu.&lt;br/&gt; Ketika menghanyutkan kayu itu, dia berdoa, ”Ya Allah, Engkau tahu kalau aku meminjam uang seribu dianr kepada fulan. Dia bertanya padaku orang yang bisa menjadi jaminanku, dan aku menjawabnya’cukup Allahlah yang menjadi penjaminku.’Lalu, dia meminta saksi aku katakan,’cukup Allahlah yang menjadi saksiku.’ Dia pun ridha kau sebagai penjamin dan saksiku. Dia telah meminjamiku seribu dinar untuk dikembalikan dala jangka waktu yang telah itentukan. Aku berusaha sekuat tenaga untuk bisa pulangguna membayarkan hutang ini, tetapi tidak bisa karena tak ada kapal. Sekarang, aku titipkan uang seribu dina ini kepada-Mu untuk kau sampaikan kepadanya, tepat pada waktunya. Engkaulah Tuhan yang Mahakuasa.Amin.”&lt;br/&gt; Lalu, dia menghanyutkan kayu itu ke laut. Dia hanya berdii  diam di tepi pantai, sampai kayu itu hilang ditelan obak di tengah laut.&lt;br/&gt; Pada hari yang telah dinantikan, saudagar yang memberi pinjaman itu, menanti di dermaga. Dia menanti datangnya kapal yang akan membawa orang yang telah dia pinjami uang seribu dinar. Dia ingin mengambil uangnya karena ada keperluan.&lt;br/&gt; Biasanya, kapal itu datang pagi hari. Namun, pagi itu tidak ada kapal yang datang. Dia tunggu sampai siang, juga tidak datang. Lalu, dia menunggu sampai sore. Namun, tidak aa juga kapal yang muncul. Ia pun pasrah jika seandainya uang itu tidak kembali. Seandainya uang itu tidak kembali, dia niatkan sebagai seekah.&lt;br/&gt; Sebelum pulang, dia melihat ada kayu terapung diterjang ombak di pantai. Daripada pulang tidak membawa hasil, dia memungut gelondongan kayu itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; ”Lumayan, bisa untuk kayu bakar di rumah,” pikirnya dalam hati.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Dia pun membawa kayu itu ke rumahnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Sampai di rumah, dia meletakkan kayu itu di dapur.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Melihat kayu gelondongan itu istrinya berkata, “sebaiknya di pecah pecah sekalian. Biar cepat kering dan besok bisa dipergunakan memasak.”&lt;br/&gt; Lalu saudagar itu mengambil kapak dan memecah kayu itu. Begitu kayu dipecah, dia tercengang melihat kantong yang ada di dalamnya. Dia memungut kantong itu dan mengeluakan isinya. Ternyata, kantong itu berisi uang sebanyak seribu dinar an selembar surat.&lt;br/&gt; Ia membaca surat itu dengan seksama. Dia terharu dan takjub. Seketika, dia menangis dan bersujud kepada Allah. Dia merasa, betapa maha kuasanya Allah. Allah tidak pernah mengecewakan hamba Nya yang bertawakal dan percaya sepenuh hati kepada-Nya. Surat itu datang dari sauaranya. Dia pun berdoa semoga saudaanya yang masih tetinggal di negi sebrang sehat wal’afiat dan mendapat rezeki yang lancar.&lt;br/&gt; Satu bulan kemudian, lelaki shalih yang meminjam uang itu dadtang. Dia langsung menemui saudagar yang dulu meminjamkan uang kepadanya. Petama tama, dia meminta maaf karena datang terlambat sehingga terlambat pula membayar hutang. Lalu, dia menyodorkan uang seribu dinar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Saudagar itu bekata, “ bukankah kau telah membayarnya?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; “Kapan?”&lt;br/&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt; “Bukankah kau telah menitipkannya lewat sepotong kayu?”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Lalu saudagar itu menceitakan perihal kayu yang dia temukan; yang di alamnya aa uang seibu dina.&lt;br/&gt; Mendengar ceitanya, lelaki shalih itu seketika bertasbih, “SubhanaAllah, Mahasuci Allah!”&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-2259027698424608791?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/2259027698424608791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=2259027698424608791&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/2259027698424608791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/2259027698424608791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2008/03/kayu-ajaib.html' title='KAYU AJAIB'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-6674668097398351566</id><published>2008-03-22T17:33:00.000-07:00</published><updated>2008-03-22T17:40:44.912-07:00</updated><title type='text'>10 cara cerdas mencinta</title><content type='html'>&lt;span&gt;10 cara untuk cerdas mencinta&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. Biarkan ketiga alat ukur kesehatan memberi tahu anda tentang pilihan anda dalam cinta. Jika anda merasa bersemangat,berpikiran sehat, dan lebih mencintai secara umum, anda berada dalam hubungan yang memiliki masa depan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;2. Beritahukan kekasih anda apa yang anda rasakan. Jika anda ingin menyampaikan sesuatu, nyatakan apa yang anda rasakan- perasaan menunjukkan siapa diri anda. Jika anda berpura pura menjadi orang lain, anda tidak penah merasa dicintai.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;3. Dengarkan dari pengalaman emosional. Pahami perasaan kekasih saat anda mendengarkan kata katanya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;4. Tunjukkan dukungan dan cinta yang dibutuhkan kekasih. Tapi ingat, setiap orang memiliki keinginan yg berbeda untuk disentuh perasaannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;5. Jika ragu ragu, bertanyalah. Cinta tidak membuat orang menjadi serbatahu. Jika anda tidak menanyakan perasaan kkasih tntang sesuatu, anda tidak akan pernah mengetahuinya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;6. Bersiaplah membina hubungan. Berusahalah melestarikan cinta kalian, karena hubungan akan tumbuh dan berkembang jika ada perhatian, atau menjadi kering dan mati jika ditelantarkan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;7. Belajar dari pasangan anda. Kesadaran aktif mencegah anda mengandalkan asumsi masa lalu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;8. Waspadai ingatan emosional. Sisa sisa luka masa lalu merupakan bahaya terbesar bagi orang orang yang kita cintai sekarang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;9. Ingat bahwa satu satunya masalah dalam berbuat salah adalah tidak mengakuinya.&lt;br/&gt; Kerumitan suatu hubungan, menjamin timbulnya kesalahan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;10. Gunakan perubahan sebagai kesempatan untuk menumbuhkan hubungan. Perubahan selalu menimbulkan stress, tetapi juga meupakan peluangg untuk memperbarui dan mnghidupkan kembali hubungan anda.&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-6674668097398351566?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/6674668097398351566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=6674668097398351566&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/6674668097398351566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/6674668097398351566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2008/03/10-cara-cerda-mencinta.html' title='10 cara cerdas mencinta'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-6192656880157503703</id><published>2007-05-30T13:31:00.001-07:00</published><updated>2007-05-30T13:47:57.632-07:00</updated><title type='text'>pendeta mendapat hidayah</title><content type='html'>&lt;font style="color: rgb(255, 0, 0);" size="2"&gt;&lt;font face="verdana"&gt;Barangkali tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa perjalanan hidupnya merupakan suatu kasus yang langka dan unik. Betapa tidak, Abraham David Mandey yang selama 12 tahun mengabdi di gereja sebagai "Pelayan Firman Tuhan ", istilah lain untuk sebutan pendeta, telah memilih Islam sebagai "jalan hidup" akhir dengan segala risiko dan konsekuensinya. Di samping itu, ia yang juga pernah menjadi perwira TNI-AD dengan pangkat mayor, harus mengikhlaskan diri melepas jabatan, dan memulai karir dari bawah lagi sebagai kepala keamanan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. - Cerita Beliau ini, - mohon maaf - tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan Institusi tertentu karena apa yang telah terjadi Beliau terima dengan ikhlas dan tawakal, Beliau hanya ingin menceritakan proses bagaimana Beliau mendapat hidayah dan tantangannya sebagai mualaf - red.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Saya terlahir dengan nama Abraham David di Manado, 12 Februari 1942. Sedangkan, Mandey adalah nama fam (keluarga) kami sebagai orang Minahasa, Sulawesi Utara. Saya anak bungsu dan tiga bersaudara yang seluruhnya laki-laki. Keluarga kami termasuk keluarga terpandang, baik di lingkungan masyarakat maupun gereja. Maklum, ayah saya yang biasa kami panggil papi, adalah seorang pejabat Direktorat Agraria yang merangkap sebagai Bupati Sulawesi pada awal revolusi kemerdekaan Republik Indonesia yang berkedudukan di Makasar. Sedangkan, ibu yang biasa kami panggil mami, adalah seorang guru SMA di lingkungan sekolah milik gereja Minahasa.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Sejak kecil saya kagum dengan pahlawan-pahlawan Perang Salib seperti Richard Lion Heart yang legendaris. Saya juga kagum kepada Jenderal Napoleon Bonaparte yang gagah perwira. Semua cerita tentang kepahlawanan, begitu membekas dalam batin saya sehingga saya sering berkhayal menjadi seorang tentara yang bertempur dengan gagah berani di medan laga.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Singkatnya, saya berangkat ke Jakarta dan mendaftar ke Mabes ABRI. Tanpa menemui banyak kesulitan, saya dinyatakan lulus tes. Setelah itu, saya resmi mengikuti pendidikan dan tinggal di asrama. Tidak banyak yang dapat saya ceritakan dari pendidikan militer yang saya ikuti selama 2 tahun itu, kecuali bahwa disiplin ABRI dengan doktrin "Sapta Marga"-nya telah menempa jiwa saya sebagai perwira remaja yang tangguh, berdisiplin, dan siap melaksanakan tugas negara yang dibebankan kepada saya.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Meskipun dipersiapkan sebagai perwira pada bagian pembinaan mental, tetapi dalam beberapa operasi tempur saya selalu dilibatkan. Pada saat-saat operasi pembersihan G-30S/PKI di Jakarta, saya ikut bergabung dalam komando yang dipimpin Kol. Sarwo Edhie Wibowo (almarhum).&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Setelah situasinegara pulih yang ditandai dengan lahirnya Orde Baru tahun 1966, oleh kesatuan saya ditugaskan belajar ke STT (Sekolah Tinggi Teologi) milik gereja Katolik yang terletak di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Di STI ini, selama 5 tahun (1966-1972) saya belajar, mendalami, mengkaji, dan diskusi tentang berbagai hal yang diperlukan sebagai seorang pendeta. Di samping belajar sejarah dan filsafat agama Kristen. STT juga memberikan kajian tentang sejarah dan filsafat agama-agama di dumia, termasuk studi tentang Islam.&lt;/font&gt;   &lt;font face="verdana"&gt;Menjadi Pendeta.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Sambil tetap aktif d TNI-AD, oleh Gereja Protestan Indonesia saya ditugaskan menjadi Pendeta II di Gereja P***** (edited) di Jakarta Pusat, bertetangga dengan Masjid Sunda Kelapa. Di gereja inilah, selama kurang lebih 12 tahun (1972-1984) saya memimpin sekitar 8000 jemaat yang hampir 80 persen adalah kaum intelektual atau masyarakat elit.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Di Gereja P***** (edited) ini, saya tumpahkan seluruh pengabdian untuk pelayanan firman Tuhan. Tugas saya sebagai Pendeta II, selama memberikan khutbah, menyantuni jemaat yang perlu bantuan atau mendapat musibah, juga menikahkan pasangan muda-mudi yang akan berumah tangga.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Kendati sebagai pendeta, saya juga anggota ABRI yang harus selalu siap ditugaskan di mana saja di wilayah Nusantara. Sebagai perwira ABRI saya sering bertugas ke seluruh pelosok tanah air Bahkan, ke luar negeri dalam rangka tugas belajar dari markas, seperti mengikuti kursus staf Royal Netherland Armed Forces di Negeri Belanda. Kemudian, pada tahun 1969 saya ditugaskan untuk mengikuti Orientasi Pendidikan Negara-negara Berkembang yang disponsoni oleh UNESCO di Paris, Prancis.&lt;/font&gt;   &lt;font face="verdana"&gt;Dilema Rumah Tangga&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Kesibukkan saya sebagai anggota ABRI ditambah tugas tugas gereja, membuat saya sibuk luar biasa. Sebagaipendeta, saya lebih banyak memberikan perhatian kepada jemaat. Sementara,kepentingan pribadi dan keluarga nyaris tergeser. Istri saya, yang putri mantan Duta Besar RI di salah satu negara Eropa, sering mengeluh dan menuntut agar saya memberikan perhatian yang lebih banyak buat rumah tangga.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Tetapi yang namanya wanita, umumnya lebih banyak berbicara atas dasar perasaan. Karena melihat kesibukan saya yang tidak juga berkurang, ia bahkan meminta agar saya mengundurkan diri dan tugas-tugas gereja, dengan alasan supaya lebih banyak waktu untuk keluarga. Tenth saja saya tidak dapat menerima usulannya itu. Sebagai seorang "Pelayan Firman Tuhan" saya telah bersumpah bahwa kepentingan umat di atas segalanya.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Problem keluarga yang terjadi sekitar tahun 1980 ini kian memanas, sehingga bak api dalam sekam. Kehidupan rumah tangga saya, tidak lagi harmonis. Masalah-masalah yang kecil dan sepele dapat memicu pertengkaran. Tidak ada lagi kedamaian di rumah. Saya sangat mengkhawatirkan Angelique, putri saya satu-satunya. Saya khawatir perkembangan jiwanya akan terganggu dengan masalah yang ditimbulkan kedua orang tuanya. Oleh karenanya, saya bertekad harus merangkul anak saya itu agar ia mau mengerti dengan posisi ayahnya sebagai pendeta yang bertugas melayani umat. Syukur, ia mau mengerti. Hanya Angeliquelah satu-satunya orang di rumah yang menyambut hangat setiap kepulangan saya.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Dalam kesunyian malam saat bebas dan tugas-tugas gereja, saya sering merenungkan kehidupan ramah tangga saya sendiri. Saya sering berpikir, buat apa saya menjadi pendeta kalau tidak mampu memberikan kedamaian dan kebahagiaan buat rumah tangganya sendiri. Saya sering memberikan khutbah pada setiap kebaktian dan menekankan hendaknya setiap umat Kristen mampu memberikan kasih kepada sesama umat manusia. Lalu, bagaimana dengan saya?&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Pertanyaan-pertanyaan seperti itu semakin membuat batin saya resah. Saya mencoba untuk memperbaiki keadaan. Tetapi, semuanya sudah terlambat. Istri saya bahkan terang terangan tidak mendukung tugas-tugas saya sebagai pendeta. Saya benar-benar dilecehkan. Saya sudah sampal pada kesimpulan bahwa antara kami berdua sudah tidak sejalan lagi.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Lalu, untuk apa mempertahankan rumah tangga yang sudah tidak saling sejalan? Ketika niat saya untuk "melepas" istri, saya sampaikan kepada sahabat-sahabat dekat saya sesama pendeta, mereka umumnya menyarankan agar saya bertindak lebih bijak. Mereka mengingatkan saya, bagaimana mungkin seorang pendeta yang sering menikahkan seseorang, tetapi ia sendiri justru menceraikan istrinya? Bagaimana dengan citra pendeta di mata umat? Begitu mereka mengingatkan.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Apa yang mereka katakan semuanya benar. Tetapi, saya sudah tidak mampu lagi mempertahankan bahtera rumah tangga. Bagi saya yang terpenting saat itu bukan lagi persoalan menjaga citra pendeta. Tetapi, bagaimana agar batin saya dapat damai. Singkatnya, dengan berat hati saya terpaksa menceraikan istri saya. Dan, Angelique, putri saya satu-satunya memilih ikut bersama saya.&lt;/font&gt;   &lt;font face="verdana"&gt;Mencari Kedamaian&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Setelah kejadian itu, saya menjadi lebih banyak melakukan introspeksi. Saya menjadi lebih banyak membaca literatur tentang filsafat dan agama. Termasuk kajian tentang filsafat Islam, menjadi bahan yang paling saya sukai. Juga mengkaji pemikiran beberapa tokoh Islam yang banyak dilansir media massa.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Salah satunya tentang komentar K.H. E.Z. Muttaqin (almarhum) terhadap krisis perang saudara di Timur Tengah, seperti diYerusalem dan Libanon. Waktu itu (tahun 1983), K.H.E.Z. Muttaqin mempertanyakan dalam khutbah Idul Fitrinya, mengapa Timur Tengah selalu menjadi ajang mesiu dan amarah, padahal di tempat itu diturunkan para nabi yang membawa agama wahyu dengan pesan kedamaian?&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Saya begitu tersentuh dengan ungkapan puitis kiai dan Jawa Barat itu. Sehingga, dalam salah satu khutbah saya di gereja, khutbah Idul Fitni K.H. E.Z. Muttaqin itu saya sampaikan kepada para jemaat kebaktian. Saya merasakan ada kekagetan di mata para jemaat. Saya maklum mereka terkejut karena baru pertama kali mereka mendengar khutbah dari seorang pendeta dengan menggunakan referensi seorang kiai Tetapi, bagi saya itu penting, karena pesan perdamaian yang disampaikan beliau amat manusiawi dan universal.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Sejak khutbah yang kontroversial itu, saya banyak mendapat sorotan. Secara selentingan saya pemah mendengar "Pendeta Mandey telah miring." Maksudnya, saya dinilai telah memihak kepada salah satu pihak. Tetapi, saya tidak peduli karena yang saya sampaikan adalah nilai-nilai kebenaran.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Kekaguman saya pada konsep perdamaian Islam yank diangkat oleh KH. E.Z. Muttaqin, semakin menarik saya lebih kuat untuk mendalami konsepsi-konsepsi Islam lainnya. Saya ibarat membuka pintu, lalu masuk ke dalamnya, dan setelah masuk, saya ingin masuk lagi ke pintu yang lebih dalam. Begitulah perumpamaannya. Saya semakin "terseret" untuk mendalami, konsepsi Islam tentang ketuhanan dan peribadahan&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Saya begitu tertarik dengan konsepsi ketuhanan Islam yang disebut "tauhid". Konsep itu begitu sederhana, lugas, dan tuntas dalam menjelaskan eksistensi Tuhan yang oleh orang Islam disebut Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sehingga, orang yang paling awam sekalipun akan mampu mencemanya. Berbeda dengan konsepsi ketuhanan Kristen yang disebut Trinitas. Konsepsi ini begitu rumit, sehingga diperlukan argumentasi ilmiah untuk memahaminya.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Akan halnya konsepsi peribadatan Islam yang disebut syariat, saya melihatnya begitu teratur dan sistematis. Saya berpikir seandainya sistemper ibadatan yang seperti ini benar benar diterapkan, maka dunia yang sedang kacau ini akan mampu di selamatkan.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Pada tahun 1982 itulah saya benar-benar mencoba mendekati Islam. Selama satu setengah tahun saya melakukar konsultasi dengan K.H. Kosim Nurzeha yang juga aktif di Bintal (Pembinaan Mental) TNI-AD. Saya memang tidak ingin gegabah dan tergesa-gesa, karena di samping saya seorang pendeta, saya juga seorang perwira Bintal Kristen dilingkungan TNI-AD. Saya sudah dapat menduga apa yang akan terjadi seandainya saya masuk Islam.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Tetapi, suara batin saya yang sedang mencari kebenaran dan kedamaian tidak dapat diajak berlama-lama dalam kebimbangan. Batin saya mendesak kuat agar saya segera meraih kebenaran yang sudah saya temukan itu.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Oh, ya, di samping Pak Kosim Nurzeha, saya juga sering berkonsultasi dengan kolega saya di TNI-AD. Yaitu, Dra. Nasikhah M., seorang perwira Kowad (Korps.Wanita Angkatan Darat) yang bertugas pada BAIS (Badan Intelijen dan Strategi) ABRI.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Ia seorang muslimah lulusan UGM (Universilas Gajah Mada) Yogyakarta, jurusan filsafat. Kepadanya saya sering berkonsultasi tentang masalah-masalah pribadi dan keluarga. Ia sering memberi saya buku-buku bacaan tentang pembinaan pribadi dan keluarga dalam Islam. Saya seperti menemukan pegangan dalam kegundahan sebagai duda yang gagal dalam membina rumah tangganya.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Akhirnya, saya semakin yakin akan hikmah dibalik drama rumah tangga saya. Saya yakin bahwa dengari jalan itu, Tuhan ingin membimbing saya ke jalan yang lurus dan benar. Saya bertekad, apa pun yang terjadi saya tidak akan melepas kebenaran yang telah saya raih ini.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Akhimya, dengan kepasrahan yang total kepada Tuhan, pada tanggal 4 Mei 1984 saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat dengan bimbingan Bapak K.H. Kosim Nurzeha dan saksi Drs. Farouq Nasution di Masjid Istiqial. Allahu Akbar. Hari itu adalah hari yang amat bersejarah dalam hidup saya. Han saat saya menemukan diri saya yang sejati.&lt;/font&gt;   &lt;font face="verdana"&gt;Menghadapi Teror&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Berita tentang keislaman saya ternyata amat mengejutkan kalangan gereja, termasuk di tempat kerja saya di TNI-AD. Wajar, karena saya adalah Kepala Bintal (Pembinaan Mental)Kristen TNI-AD dan di gereja, saya adalah pentolan.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Sejak itu saya mulai memasuki pengalaman baru, yaitu menghadapi tenor dan berbagai pihak. Telepon yang bernada ancaman terus berdening. Bahkan, ada sekelompok pemuda gereja di Tanjung Priok yang bertekad menghabisi nyawa saya, karena dianggapnya telah murtad dan mempermalukan gereja.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Akan halnya saya, di samping menghadapi teror, juga menghadapi persoalan yang menyangkut tugas saya di TNI AD. DGI (Dewan Gereja Indonesia), bahkan menginim surat ke Bintal TNT-AD, meminta agar saya dipecat dan kedinasan dijajaran ABRl dan agar saya mempertanggungjawabkan perbuatan saya itu di hadapan majelis gereja.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Saya tidak penlu menjelaskan secara detail bagaimana proses selanjutnya, karena itu menyangkut rahasia Mabes ABRI. Yang jelas setelah itu, saya menerima surat ucapan tenima kasih atas tugas-tugas saya kepada negara, sekaligus pembebastugasan dan jabatan saya di jajaran TNT-AD dengan pangkat akhir Mayor.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Tidak ada yang dapat saya ucapkan, kecuali tawakal dan menerima dengan ikhlas semua yang tenjadi pada diri saya. Saya yakin ini ujian iman.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Saya yang terlahir dengan nama Abraham David Mandey, setelah muslim menjadi Ahmad Dzulkiffi Mandey, mengalami ujian hidup yang cukup berat. Alhamdulillah, berkat kegigihan saya, akhirnya saya diterima bekerja di sebuab perusahaan swasta. Sedikit demi sedikit kanin saya terus menanjak. Setelah itu, beberapa kali saya pindah kerja dan menempati posisi yang cukup penting. Saya pennah menjadi Manajer Divisi Utama FT Putera Dharma. Pernah menjadi Personel/General Affairs Manager Hotel Horison, tahun 1986-1989, Dan, sejak tahun 1990 sampai sekarang saya bekerja di sebuah bank terama di Jakarta sebagai Safety &amp;amp; Security Coordinator.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Kini, keadaan saya sudah relatif baik, dan saya sudah meraih semua kebahagiaan yang selama sekian tahun saya rindukan. Saya sudah tidak lagi sendiri, sebab Dra. Nasikhah M, perwira Kowad itu, kini menjadi pendamping saya yang setia, insya Allah selama hayat masih di kandung badan. Saya menikahinya tahun 1986. Dan, dan perikahan itu telah lahir seorarig gadis kedil yang manis dan lucu, namariya Achnasya. Sementara, Angelique, putri saya dari istri pertama, sampai hari ini tetap ikut bersama saya, meskipun ia masih tetap sebagai penganut Protestan yang taat.&lt;/font&gt;  &lt;font face="verdana"&gt;Kebahagiaan saya semakin bertambah lengkap, tatkala saya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama istri tercinta pada tahun 1989. &lt;/font&gt; &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-6192656880157503703?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/6192656880157503703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=6192656880157503703&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/6192656880157503703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/6192656880157503703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2007/05/barangkali-tidak-berlebihan-kalau.html' title='pendeta mendapat hidayah'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-5206950304948470451</id><published>2007-05-30T13:29:00.000-07:00</published><updated>2007-05-30T13:50:18.407-07:00</updated><title type='text'>gene netto sang muallaf</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Nama saya Gene Netto, sejak tahun 1995 saya telah menetap di Jakarta, Indonesia, dan pada saat saya bertemu dengan orang baru, mereka selalu penasaran tentang latar belakang saya. Mereka ingin tahu tentang bagaimana saya bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik, pindah ke Indonesia dan akhirnya masuk Islam. Lewat bab ini, saya ingin menjelaskan latar belakang diri saya dan bagaimana caranya saya menjadi tertarik pada Islam.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Masa kecil dan mencari tuhan&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Saya lahir di kota Nelson, sebuah kota kecil di Pulau Selatan di Selandia Baru (New Zealand) pada tanggal 28 April, tahun 1970. Bapak dan ibu saya bertemu di Nelson, menikah dan mendapat tiga anak; saya nomor dua. Bapak berasal dari Birma (yang sekarang dinamakan Myanmar) dan setelah Perang Dunia II, kakek saya pindah ke Selandia Baru.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Ibu lahir di Selandia Baru dan leluhurnya adalah orang Inggris dan Irlandia. Ibu dibesarkan di sebuah perternakan domba dan sapi di pulau selatan Selandia Baru.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Pada usia kecil saya sudah merasa kurang betah di Selandia Baru. Keluarga saya beragama Katolik dan Ibu saya berkulit putih tetapi saya masih merasa berbeda dengan orang lain. Kakak dan adik saya mendapatkan mata biru dan rambut coklat yang membuat mereka lebih mirip dengan orang berkulit putih yang lain. Tetapi mata saya berwarna coklat-hijau dan rambut saya hitam, dan hal itu memberi kesan bahwa saya bukan orang berkulit putih asli. Jadi, saya orang mana? Orang barat? Atau orang Asia? Saya sudah mulai merasa tidak betah dan oleh karena itu saya berfikir banyak tentang dunia dan siapa diri saya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Saya membesar terus dan berfikir terus tentang berbagai macam hal, terutama tentang agama, dunia dan alam semesta. Seringkali saya melihat bintang dan dalam kesunyian larut malanm saya berfikir tentang luasnya alam semesta dan bagaimana diciptakan. Dari umur 9 tahun saya mulai membaca buku tentang agama dan topik serius yang lain. Saya ingin tahu segala-galanya: agama, dunia, budaya, sejarah, alam semesta… semuanya! Seingat saya, hanya saya yang tertarik pada dinosaurus pada usia itu. Teman-teman saya yang lain tidak mau tahu tentang dinosaurus karena saat itu film Jurassic Park belum muncul. Hanya saya yang sering membaca tentang topik serius seperti pembuatan piramida, agama Buddha dan Hindu, sejarah dunia, luasnya alam semesta dan sebagainya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Seperti anak kecil yang lain, saya juga diajarkan agama oleh orang tua saya, karena mereka sebelumnya juga diajarkan oleh orang tua mereka. Di dalam ajaran agama Katolik ada banyak hal yang membingungkan saya. Setiap saya bertanya tentang Tuhan dan agama Kristen, saya seringkali mendapat penjelasan yang tidak memuaskan. Saya menjadi bingung dengan konsep Trinitas, di mana ada Tuhan, Yesus, dan Roh Kudus, dan semuanya Tuhan tetapi Tuhan hanya satu. Tuhan menjadi manusia, dan manusia itu mati, tetapi Tuhan tidak bisa mati, tetapi manusia itu adalah Tuhan. Saya menjadi bingung dengan pastor yang mengampuni dosa orang dengan mudah sekali tanpa bicara kepada Tuhan terlebih dahulu.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Bagaimana kalau pastor salah dan dosa saya belum diampuni? Apakah saya bisa mendapatkan bukti tertulis dari Tuhan yang menyatakan bahwa saya sudah bebas dari dosa? Bagaimana kalau saya bertemu dengan Tuhan di hari akhirat dan Dia menyatakan bahwa dosa saya belum diampuni? Kalau saya berprotes dan menunjuk pastor yang meyakinkan saya bahwa tidak ada dosa lagi, Tuhan cukup bertanya “Siapa menyuruh kamu percaya pada omongan dia?” Siapa yang bisa menyelamatkan aku kalau pastor keliru dan dosa aku tetap ada dan dihitung oleh Tuhan?&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Saya mulai berfikir tentang bagaimana saya bisa mendapatkan penjelasan tentang semua hal yang membingungkan saya. Akhirnya jalan keluar menjadi jelas: saya harus bicara empat mata dengan Tuhan! Hanya Tuhan yang bisa menjawab semua pertanyaan saya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Pada suatu hari, saya menunggu sampai larut malam. Saya duduk di tempat tidur dan berdoa kepada Tuhan. Saya menyuruh Tuhan datang dan menampakkan diri kepada saya supaya saya bisa melihat-Nya dengan mata sendiri. Saya menyatakan bahwa saya siap percaya dan beriman kepada Tuhan kalau saya bisa melihatnya sekali saja dan mendapatkan jawaban yang benar dari semua pertanyaan saya. Kata orang, Tuhan bisa melakukan apa saja! Kalau benar, berarti Tuhan juga bisa muncul di kamar saya pada saat disuruh muncul. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh dan menatap jendela di kamar, menunggu cahaya Tuhan masuk dari luar.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Saya menunggu lama sekali. Sepuluh minit. Lima belas minit. Mana Tuhan? Kata orang, Tuhan Maha Mendengar, berarti sudah pasti mendengarkan saya. Saya menunggu lagi. Melihat jendela terus. Menunggu lagi. Kenapa Tuhan belum datang? Barangkali Dia sibuk? Kena macet? Saya melihat jendela lagi. Setelah menunggu sekian lama dan benar-benar memberi kesempatan kepada Tuhan untuk muncul. Tetapi Tuhan ternyata sibuk pada malam itu dan Dia tidak hadir.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Hal itu membuat saya bingung. Bukannya saya sudah berjanji bahwa saya akan percaya kepada-Nya kalau Dia membuktikan bahwa Diri-Nya benar-benar ada? Kenapa Dia tidak mau menampakkan Diri kepada saya? Bagaimana saya bisa percaya kalau saya tidak bisa melihat-Nya? Saya menangis dan tidur. Besoknya saya berdoa lagi dengan doa yang sama. Hasilnya pun sama: Tuhan tidak datang dan saya menangis lagi.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Ini merupakan contoh logika seorang anak kecil. Dalam pengertian seorang anak, apa yang tidak terlihat, tidak ada. Apalagi sesuatu yang begitu sulit didefinisikan seperti konsep “tuhan”. Pada saat itu, terjerumus dalam kebingungan, saya memutuskan untuk tidak percaya kepada Tuhan dan menyatakan diri “ateis” (tidak percaya kepada tuhan mana saja). Saya memberitahu kepada Tuhan bahwa saya sudah tidak percaya kepada-Nya. Dan saya memberitahu Tuhan bahwa Dia memang tidak ada dan semua orang yang percaya kepadanya adalah orang bodoh saja yang hanya membuang waktunya. (Dalam kata lain, saya ngambek terhadap Tuhan.) Di dalam hati, saya berbicara kepada Tuhan dengan suara yang keras supaya Dia bisa mendengar dengan jelas pernyataan saya bahwa Tuhan tidak ada!&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Pada hari-hari yang berikut, saya memberi waktu kepada Tuhan untuk datang dan minta maaf karena tidak sempat datang dan menampakkan diri pada hari sebelumnya. Saya sudah membuat pernyataan yang jelas. Tuhan semestinya mendengar pernyataan saya itu dan memberi tanggapan. Tetapi tidak ada tanggapan dari Tuhan. Akhirnya saya mencapai kesimpulan bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Sudah terbukti. Kalau ada Tuhan, Dia pasti akan mendengar doa saya dan menampakkan diri. Kenyataan bahwa Tuhan tidak menampakkan diri membuktikan bahwa Tuhan tidak ada!&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Saya bersekolah terus dan sembunyikan kenyataan bahwa saya tidak percaya kepada Tuhan. Kalau ada yang menanyakan agama saya maka saya menjawab “Katolik” saja. Selama SD, SMP, dan SMA saya belajar terus tentang dunia tetapi sudah malas mempelajari agama secara serius, kecuali untuk mencari kekurangannya, karena saya menanggap agama itu sesuatu yang membuang waktu saja tanpa membawa hasil. Kebetulan, setelah lulus SMA, orang tua saya memutuskan untuk berpindah ke Australia. Kebetulan, saya memutuskan untuk ikut juga daripada tetap di Selandia Baru.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Di Australia, saya berusaha untuk masuk kuliah Psikologi di Universitas Queensland pada tahun 1990. Saya mau menjadi seorang psikolog anak. Kebetulan, lamaran saya itu tidak diterima karena nilai masuk saya kurang tinggi. Sebagai pilihan kedua, saya ditawarkan kuliah Pelajaran Asia di Universitas Griffith. Di Australia, seorang siswa yang tidak diterima di fakultas pilihan pertamanya, akan ditawarkan fakultas atau universitas yang lain. Setelah satu tahun, dia bisa pindah kembali ke pilihan pertamanya asal nilainya bagus. Kebetulan, saya menerima tawaran untuk masuk Fakultas Pelajaran Asia dengan niat akan pindah ke Fakultas Psikologi setelah satu tahun.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Kebetulan, di dalam Fakultas Pelajaran Asia pada tahun pertama semua siswa wajib mengambil mata kuliah Bahasa Asia. Ada pilihan Bahasa Jepang, Cina, Korea, dan Indonesia. Kebetulan, saya memilih Bahasa Indonesia karena sepertinya paling mudah dari yang lain. Saya hanya perlu mengikuti mata kuliah itu selama satu tahun saja jadi sebaiknya saya mengambil yang termudah. Kebetulan, dalam waktu enam bulan, nilai saya sangat baik, termasuk yang paling tinggi.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Tiba-tiba kami diberitahu ada 3 beasiswa bagi siswa untuk kuliah di Indonesia selama 6 bulan. Saya tidak mengikuti seleksi karena berniat pindah fakultas pada akhir tahun. Tiga teman dipilih. Kebetulan, salah satunya tiba-tiba menyatakan ada halangan dan dia tidak bisa pergi ke Indonesia. Proses seleksi dibuka lagi. Ada seorang dosen yang memanggil saya dan bertanya kenapa tidak mengikuti seleksi dari pertama kali. Saya jelaskan niat saya untuk pindah fakultas pada akhir tahun pertama.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Dia menyatakan “Gene, kemampuan kamu dalam bahasa Indonesia sudah kelihatan. Kenapa kamu tidak teruskan saja Pelajaran Asia. Dalam waktu 2 tahun kamu sudah selesai. Belum tentu kamu senang di bidang psikologi, tetapi sudah jelas bahwa kamu ada bakat bahasa. Coba dipikirkan kembali.”&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan pelajaran saya di Fakultas Pelajaran Asia itu dan mengikuti proses seleksi untuk beasiswa tersebut. Kebetulan, setelah proses selesai, saya dinyatakan menang dan akan diberangkatkan ke Indonesia pada tahun depan (1991). Sekarang saya menjadi lebih serius dalam pelajaran saya karena sekarang ada tujuan yang lebih jelas.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa, bukan Pendeta atau Pastor.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Pada suatu hari diadakan acara barbeque (makanan panggang) untuk Klub Indonesia. Semua orang Indonesia di kampus diundang untuk bergaul dengan orang Australia yang belajar tentang Indonesia. Pada saat saya sedang makan, ada orang Indonesia yang datang dan kebetulan dia duduk di samping saya. Dia bertanya “Kamu Gene, ya?” Ternyata dia pernah dengar tentang saya dari seorang teman. “Apakah kamu pelajari agama Islam, Gene?” Saya jelaskan bahwa memang ada mata kuliah tentang semua agama di Asia termasuk agama Islam. “Apakah kamu juga tahu bahwa dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa? Tidak ada pendeta atau pastor yang boleh mengampuni dosa orang!”&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Saya begitu kaget, saya berhenti makan dengan hotdog di tengah mulut. Saya suruh dia menjelaskan lebih mendalam lagi. Ini bukan sebuah kebetulan! Inilah sebuah jawaban yang telah saya cari selama 10 tahun. Di dalam Islam hanya Tuhan yang berhak mengampuni dosa. Apakah mungkin di dalam agama Islam ada logika dan ajaran yang bisa saya terima? Apakah mungkin ada agama yang benar di dunia ini? Dari semua kebetulan yang membawa saya ke titik itu, tiba-tiba semuanya terasa sebagai sesuatu yang terencana, dan sama sekali tidak terjadi secara tidak sengaja. Yang saya lihat adalah serangkaian kebetulan yang membawa saya ke kampus itu dan bahasa Indonesia. Tetapi dari pandangan orang yang percaya kepada Allah, tidak ada kebetulan sama sekali di dunia ini!&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Masuk Islam&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Dari saat itu saya mulai mempelajari dan menganalisa agama Islam secara mendalam. Saya mulai membaca buku dan mencari teman dari Indonesia yang beragama Islam. Secara pelan-pelan saya mempelajari Islam untuk mencaritahu apakah agama ini benar-benar masuk akal atau tidak.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Pada tahun 1991, saya dan dua teman kuliah menjalankan beasiswa untuk kuliah di Indonesia. Saya belajar di Universitas Atma Jaya di Jakarta dan kedua teman yang lain itu dikirim ke Salatiga dan Sulawesi. Pada saat saya di Atma Jaya (sebuah universitas Katolik), sebagian besar teman saya adalah orang Islam. Kenapa bisa begitu? Memang ada orang Islam yang kuliah di Atma Jaya, dan saya merasa sudah paham semua kekurangan yang ada di dalam agama Kristen, jadi saya tidak tertarik untuk bergaul dengan orang yang beragama Kristen. Saya lebih tertarik untuk menyaksikan agama Islam dan pengikutnya dan oleh karena itu saya menjadi lebih dekat dengan beberapa orang yang beragama Islam. Kalau ada teman yang melakukan sholat, saya duduk dan menonton orang itu dan memikirkan tentang apa yang dia lakukan dan kenapa.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Pada saat kembali ke Australia setelah 6 bulan di Jakarta, saya menjadi salah satu siswa yang bahasa Indonesianya paling lancar di kampus. Oleh karena itu, saya sering bergaul dengan orang Indonesia. Secara langsung dan tidak langsung saya pelajari agama Islam terus. Saya membaca buku dan berbicara dengan orang Indonesia di mana-mana. Setelah selesai kuliah Bachelor of Arts, saya mengambil kuliah tambahan selama satu tahun di fakultas pendidikan untuk menjadi guru bahasa. Pada saat yang sama saya mengikuti seleksi untuk beasiswa kedua, kali ini dari Perkumpulan Wakil Rektor Australia (Australian Vice Chancellors Committee). Beasiswa ini hanya untuk satu orang per bagian negara dan, kali ini, saya bebas memilih lokasi kuliah di Indonesia.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Sekali lagi, saya terpilih, dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah satu tahun di Universitas Indonesia. Setelah selesai kuliah tambahan di Fakultas Pendidikan, Universitas Griffith, pada tahun 1994 saya berangkat sekali lagi ke Jakarta untuk belajar di Fakultas Sastra di UI. Selama satu tahun di UI, seperti waktu saya ada di Atma Jaya, saya bergaul terus dengan orang Islam.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Pada bulan Februari, tahun 1995, saya duduk sendiri di lantai pada tengah malam dan menonton shalat Tarawih, tayangan langsung dari Mekah. Saya melihat sekitar 3-4 juta orang melakukan gerakan yang sama, menghadap arah yang sama, mengikuti imam yang sama, berdoa dengan ucapan yang sama, berdoa kepada Tuhan yang sama. Saya berfikir: Mana ada hal seperti ini di negara barat? Orang yang berkumpul untuk pertandingan bola yang paling hebat di dunia cuma beberapa ratus ribu. Tidak pernah ada orang sebanyak ini berkumpul si suatu tempat untuk menonton bola, mengikuti suatu pertandingan, atau bahkan mendengarkan Paus bicara. Ini benar-benar luar biasa! Dan tidak ada tandingnya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Selama satu tahun itu saya teruskan pelajaran agama saya. Tidak secara formal atau serius, tetapi dengan memantau dan mencermati. Kalau ada ceramah agama di TV, dari Kyai Zainuddin MZ atau Kyai Anwar Sanusi dan sebagainya, maka saya mendengarkannya dan memikirkan maknanya. Dan secara pelan-pelan saya mendapatkan ilmu agama dari berbagai macam sumber. Pada akhir tahun 1995 itu saya sudah merasa sulit untuk menolak agama Islam lagi.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Tidak ada yang bisa saya salahkan dalam ajaran agama Islam karena memang Islam didasarkan logika. Semua yang ada di dalam Islam mengandung logika kalau kita mau mencarinya. Apa boleh buat? Saya mengambil keputusan untuk masuk Islam. Akan tetapi, saya seharusnya kembali ke Australia dan mengajar di sekolah di sana. Saya mulai berfikir tentang bagaimana saya bisa mempelajari agama Islam di sana? Ada masjid di mana? Dari mana saya bisa mendapatkan makanan yang halal? Dari mana saya bisa mendapatkan guru agama?&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Sepertinya saya akan sulit hidup sebagai orang Islam kalau harus hidup di luar negeri. Kalau saya mau menjadi orang Islam dengan benar maka saya harus menetap di Indonesia untuk belajar. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menetap di Indonesia dan masuk Islam.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Saya kembali ke Australia dan pamit dengan orang tua. Saya memberitahu mereka bahwa saya mau kerja di Indonesia untuk beberapa waktu. Ibu berpesan: “Silahkan kembali ke Indonesia, tapi jangan masuk Islam, ya?” Dari pandangan orang barat, Islam tidak bagus jadi wajar kalau Ibu menyuruh saya untuk menjahui sesuatu yang dianggap buruk. Saya lupa kapan saat persisnya saya memberitahu orang tua bahwa saya sudah masuk Islam. Kalau tidak salah, saya sudah kembali ke Indonesia, mendapatkan pekerjaan, masuk Islam, dan sudah mulai sholat, sebelum saya memberitahu mereka. Tentu saja mereka menanggap bahwa saya kehilangan akal. Tetapi alhamdulillah, mereka masih berbuat baik kepada saya. Saya tidak diusir, tidak dimusuhi dan tidak dikeluarkan dari keluarga saya. Keluarga juga tidak pernah menyatakan kata buruk tentang Islam di depan saya. Hanya saja saya dianggap “gila”. Tidak apa apa. Nabi Muhammad (s.a.w.) juga dianggap “gila” oleh kaum Quraisy jadi saya tidak boleh sakit hati karena sebenarnya enak kalau bisa masuk kategori yang sama dengan Nabi (s.a.w.)&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Sejak tahun 1995, saya telah menetap di Jakarta dan bekerja sebagai seorang guru bahasa Inggris. Saya belum ada niat untuk kembali hidup di tengah-tengah orang kafir. Saya berniat untuk menetap di sini terus (selama belum diusir) dan mempelajari agama Islam dengan sebaik-baiknya. Banyak orang asing menanggap saya aneh karena mau menetap di negara yang miskin, kotor, penuh dengan korupsi dan sebagainya. Mereka itu memiliki pandangan yang keliru. Komentar mereka benar, tetapi saya juga melihat masjid, orang yang sholat, adzan, Al Qur'an di rumah orang, makanan yang halal, anak-anak yang tidak mau bezina atau menjadi mabuk, dan banyak hal yang lain yang jauh lebih besar manfaatnya. Oleh karena itu, semua kekurangan yang disebut-sebut oleh orang kafir itu menjadi tidak bermakna dan kurang terasa. Keindahan Islam bisa menutupi semua kekurangan yang diciptakan oleh manusia di negara ini.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Dan alhamdullilah, di sini saya mendapatkan teman-teman yang terbaik di dunia. Belum pernah saya mendapatkan teman seperti teman yang saya jumpai di sini. Bagi saya, persahabatan mereka adalah suatu hal yang sangat nikmat, apalagi saya harus tinggal di sini tanpa keluarga. Karena takut memalukan mereka, saya tidak akan sebutkan namanya. Semuanya memiliki kedudukan sebagai saudara di dalam hati saya. Mereka yang membantu saya sehari-hari untuk selalu ingat kepada Allah dan tidak menyimpang dari jalan yang benar. Mereka yang menjadi contoh konkret bagi saya tentang kehidupan seorang Muslim. Mereka yang menggantikan keluarga yang menganggap saya gila, karena teman-teman ini justru bangga dengan usaha saya untuk menjadi orang yang beriman. Sering ada orang bertanya “Kenapa kamu tidak pulang ke Australia dan berdakwa di sana?” Jawabannya adalah: belum tentu di sana ada orang yang mau mendengar kalau saya bicara, tetapi di sini, justru banyak yang tertarik karena jarang ada orang bule yang masuk Islam, menetap di sini dan bisa berbahasa Indonesia. (Secara kebetulan!) Saya juga tidak mau kembali ke sana karena dengan demikian, saya harus tinggalkan teman-teman saya di sini dan juga guru-guru agama saya. Semoga semua yang mereka lakukan untuk membantu saya belajar agama dibalas Allah swt. karena saya sama sekali tidak sangup menjadi orang baik tanpa bantuan terus dari mereka.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Semoga sisanya dari buku ini adalah sesuatu yang menarik bagi anda yang membacanya. Semoga lewat tulisan ini, semua yang saya pahami sebagai seorang Muslim di Indonesia akan menjadi bahan pikiran untuk kita semua. Perjuangan saya dari luar negeri sampai masuk Islam dan menetap di sini adalah sebagian dari rencana Allah. Saya belum tahu kenapa Allah membawa saya ke Indonesia dan memberi saya kelancaran dalam bahasa Indonesia. Apakah semua itu hanya untuk diri saya sendiri? Atau apakah ada tujuan Allah yang lebih luas yang belum saya pahami? Apa yang Allah inginkan dari saya? Apa yang bisa saya lakukan untuk ummat Islam dan Allah sebagi balasan terhadap semua nikmat yang telah Allah berikan kepada saya?&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Barangkali, lewat buku ini, ada beberapa hamba Allah yang akan mulai memikirkan Islam dengan cara baru. Barangkali akan ada beberapa orang yang menjadi lebih dekat kepada Allah setelah membaca dan memahami pikiran saya. Saya bukan seorang ustadt. Saya bukan ahli agama. Yang bisa saya berikan kepada ummat Islam untuk membantu kita semua menjadi ummat teladan di dunia hanya sebatas komentar saja. Barangkali Allah memberikan saya kehidupan sampai sekarang supaya saya bisa bicara kepada anda lewat buku ini. Insya Allah ada tujuan Allah yang membawa hikmah buat ummat Islam lewat komentar saya ini. Saya juga mohon Allah mengangkat semua sifat sombong dan takkabur dari hati saya dan menjadikan saya seorang hamba Allah yang bermanfaat bagi Allah dan bermanfaat bagi ummat Islam. Amin amin ya robbal alamin.  Semoga menjadi rahmat bagi kita semua&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;yang bersangkutan Mr. Genne Netto tinggal di Jakarta, saat ini telah menjadi anggota milist mualafindonesia@yahoogroups.com bergabung dengan yang lainnya dalam membantu mualaf dan calon mualaf …  Blogs ybs http://genenetto.blogspot.com&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-5206950304948470451?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/5206950304948470451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=5206950304948470451&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/5206950304948470451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/5206950304948470451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2007/05/gene-netto-sang-muallaf.html' title='gene netto sang muallaf'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2192757671924866423.post-1527066479184967500</id><published>2007-05-30T13:26:00.000-07:00</published><updated>2007-05-30T13:51:52.130-07:00</updated><title type='text'>alina sang muallaf</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;“For me, Islam does make more sense,” ujar Alina. Dan akhirnya, gadis keturunan Rusia yang telah menetap di California ini mengikrarkan diri masuk Islam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Sekitar tiga bulan lalu, the Islamic Forum kedatangan seorang peserta baru. Seorang gadis berkulit putih dan tinggi semampai memasuki ruang kelas itu dengan pakaian muslimah yang sangat rapih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Pada awalnya memang saya mengira bahwa dia adalah seorang Muslimah keturunan Albania . Bahkan sangkaan saya ini berminggu-minggu, hingga suatu ketika saya tanyakan "when did you convert?".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Dengan sedikit tersipu dia menjawab: "I am still learning. I really want to know more before taking any decision".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Saya tentunya terkejut dengan jawaban itu. Sebab selama ini dia menampilkan diri di kelas persis seperti Muslim. Kata-kata "insya Allah", "masya Allah", dll., keluar dari mulutnya persis seorang Muslimah. Bahkan dalam beberapa kasus, dia terkadang menyelah penjelasan saya dengan tambahan, atau beberapa kali mengoreksi poin yang dianggapnya kurang tepat. Setiap waktu pun shalat pasti ikut melakukan shalat dengan jama'ah lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Ketika seorang non Muslim menanyakan tentang gambar dalam Islam, apakah boleh atau tidak? Saya menjelaskan bahwa itu tergantung gambar apa dan bagaimana serta untuk tujuan apa. Dia kemudian seolah mengoreksi bahwa "pictures of living creatures are not allowed. I read about this in the hadith Imam", selahnya. Dalam beberapa kesempatan terpaksa saya harus jelaskan bahwa menyampaikan Islam itu mutlak memakai "pendekatan" yang tidak sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Alina, demikian dia memanggil namanya. Gadis ini berasal Rusia, tapi telah lama menetap di Amerika. Menurutnya, sejak kelas 3 SD dia sudah tinggal di California hingga tamat SMA bersama orang tuanya yang merupakan imigran dari Rusia. Setamat SD , Alina melanjutkan sekolahnya di New York City University dengan spesialisasi accounting. Sejak tamat dari universitas, Alina diterima bekerja pada sebuah Accounting firm yang cukup besar di kota New York .&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Di saat menjadi mahasiswa itulah Alina mulai mengenal Islam lewat teman kuliahnya. Pergaulan dengan teman itulah yang membuatnya semakin tertarik untuk mendalami Islam. Hingga suatu ketika,  menurutnya, dia sangat meyakini, "for me, Islam does make more sense". Tapi menurutnya lagi, yang paling menarik perhatiannya adalah kenyataan bahwa mayoritas umat Islam "committed with the teachings". Sementara dia sendiri beragama Yahudi tidak lebih dari sebuah "cultural inheritance" (warisan budaya). "In fact, we don't really believe in God", kenangnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Sekitar dua bulan Alina , mengikuti "Islamic Forum" di Islamic Center New York . Saya tidak melihat ada satu hal mendasar yang dia tidak ketahui atau ragukan di agama ini. Tapi nampaknya juga masih bersikap "dingin" untuk masuk ke agama ini. Biasanya saya tidak pernah mengajak langsung atau menanyakan "kapan seseorang akan pindah agama" walaupun orang tersebut suah menampakkan simpatik yang besar terhadap Islam. Tujuan saya adalah menjaga "image" the Forum bahwa itu ditujukan untuk "convert" orang ke agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Membela Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Hingga sekitar sebulan lalu, Alina berkunjung ke Pasadena , salah satu bagian dari California , untuk menemui kedua orang tuanya. Menurutnya, suatu ketika di saat dia berjalan di kota tersebut, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak-teriak dengan microphone mencaci Rasulullah, Muhammad SAW. Tidak tahan melihat perlakuan orang tersebut, Alina mendatanginya dan berdebat dengannya mengenai Muhammad SAW.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Tapi karena orang tersebut memakai pembesar suara, orang-orang di sekitar itu tidak mendengarkan pembelaan Alina terhadap Rasulullah. "I was so sad and crying" katanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt; &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Sejak kejadian itu, Alina nampak semakin kalem. Dalam beberapa saat ketika kelas dimulai Alina datang terlambat. Hingga suatu ketika saya tanyakan, "Why you always come late lately?". Saya terkejut ketika dia menjawab: "I do my istikharah". Saya tanyakan "Istikharah untuk apa?".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Saya justru menyangka, mungkin istikharah karena ada calon suami, dll. Ternyata menurutnya, "I do my istikharah to ask God, if the time has already come for me to be a Muslim". Saya sempat tidak bisa menahan geli dan menjawab: "What you do itself (istkharah) is the best indication that Goad wants you to be a Muslim right away".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Alhamdulillah, dua Minggu lalu Alina menelpon dan menyampaikan keinginan untuk bersyahadah. Saya sempat bercanda, "Are you going to take shahadah with me or with some one else". Dia menjawab, "I will do take my shahadah only with you". Saya tanyakan kapan dia ingin bersyahadah? Diapun menyebutkan hari Sabtu.&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Sabtu kemarin, 31 Maret 2007, secara formal Alina menyatakan menerima Islam sebagai petunjuk hidupnya. Disaksikan oleh peserta "Islamic Forum" dan dengan mata yang berlinang, Alina menyaksikan, "Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah peseruh Allah". Allahu Akbar!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Semoga Allah menjagamu Alina, dan menjadikanmu pejuang di jalanNya![dari www.hidayatullah.com] &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2192757671924866423-1527066479184967500?l=islamnotbored.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islamnotbored.blogspot.com/feeds/1527066479184967500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2192757671924866423&amp;postID=1527066479184967500&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/1527066479184967500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2192757671924866423/posts/default/1527066479184967500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamnotbored.blogspot.com/2007/05/for-me-islam-does-make-more-sense-ujar.html' title='alina sang muallaf'/><author><name>a.r.y</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16019174523519498509</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_jXrXy4asNRk/R-dVcrHfRcI/AAAAAAAAAAY/6gdVfh7X_HE/S220/172.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
